Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Panti Asuhan Teresa Bhakti Pontianak Rayakan 25 Tahun Pelayanan, Punya Program Tanam Sayur untuk Konsumsi Harian

Aristono Edi Kiswantoro • Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:02 WIB
Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus bersama anak Panti Asuhan Theresia Bhakti.
Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus bersama anak Panti Asuhan Theresia Bhakti.

POTIANAK POST – Panti Asuhan Teresa Bhakti Pontianak merayakan ulang tahun ke-25 pada Sabtu (10/5/2025), menandai seperempat abad pelayanan bagi anak-anak yatim piatu dan terlantar. Berdiri sejak tahun 2000 di bawah naungan Yayasan Hati Nurani Teresa, panti yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa KM 5 No. 80, Batu Layang ini kini menjadi rumah bagi 28 anak dari berbagai jenjang usia.

Di bawah kepemimpinan Veronica Pratiwi Mujiyati, serta dukungan tiga pembina aktif, panti ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal dan pendidikan, tetapi juga lingkungan penuh kasih yang mendorong pertumbuhan spiritual dan emosional anak-anak.

Saat ini, anak-anak yang diasuh terdiri dari 10 laki-laki dan 18 perempuan. Mereka tersebar di jenjang TK (4 anak), SD (4), SMP (4), SMA/SMK (9), perguruan tinggi (5), dan 2 anak yang belum bersekolah.

Selain mengikuti pendidikan formal, mereka juga aktif dalam kegiatan ibadah dan olahraga, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat.

Perayaan ulang tahun ini diwarnai suasana haru ketika perwakilan panti menyampaikan sambutan penuh rasa terima kasih kepada para donatur dan sahabat panti.

Dengan suara bergetar dan air mata yang menetes, ia mengungkapkan bahwa perjalanan 25 tahun ini tidak mungkin terwujud tanpa kasih dan dukungan banyak pihak.

"Kami tidak pernah berjalan sendiri," ujarnya. "Selalu ada tangan-tangan penuh kasih yang menyertai kami dalam bentuk makanan, pendidikan, doa, bahkan pelukan hangat. Kalian adalah keluarga bagi anak-anak kami.”

Perayaan ini turut dimeriahkan dengan Misa Syukur yang dipimpin Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

Dalam homilinya, Agus mengajak umat Katolik dan masyarakat luas untuk peduli terhadap anak-anak panti asuhan, tidak hanya secara materiil, tetapi juga melalui perhatian dan kehadiran.

"Saya ingin anak-anak panti merasa diperhatikan. Anggaplah saya sebagai bapak mereka," ucapnya dengan tulus.

Ia menekankan bahwa kasih yang paling berharga adalah kehadiran dan perhatian yang membangun rasa percaya diri anak-anak.

Mgr. Agus dikenal aktif mendampingi anak-anak panti, dan kehadirannya dalam perayaan ini meski dengan jadwal padat, menjadi bukti komitmennya terhadap pelayanan kasih.

Ia menutup pesannya dengan ajakan reflektif: “Kita tidak bisa mengubah masa lalu anak-anak ini, tapi kita bisa menjadi bagian dari masa depan mereka.”

Sepanjang perjalanannya, Panti Asuhan Teresa Bhakti pernah mencoba berbagai usaha mandiri seperti pembuatan rosario, ternak kambing dan sapi, hingga budidaya ikan lele dan gurami.

Meski kini usaha tersebut tak lagi berjalan, panti tetap berupaya memenuhi kebutuhan sendiri dengan menanam sayuran dalam pot untuk konsumsi harian.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Theresia #pontianak #Agustinus Agus #panti asuhan