Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kasus Diabetes Tinggi pada Lansia, Pemkot Pontianak Luncurkan Program Ponti Manis

Siti Sulbiyah Kurniasih • Minggu, 6 Juli 2025 | 11:37 WIB
PONTI MANIS: Peresmian Poliklinik Geriatri, Kencing Manis dan Edukasi (Ponti Manis) di RSUD Pontianak Utara.
PONTI MANIS: Peresmian Poliklinik Geriatri, Kencing Manis dan Edukasi (Ponti Manis) di RSUD Pontianak Utara.

PONTIANAK POST - Direktur UPT RSUD Pontianak Utara Nuzulisa Zulkifli menyatakan penyakit diabetes di Kalimantan Barat masuk ke dalam penyakit lima terbesar bagi lanjut usia (lansia). Salah satu cara yang dilakukan Pemerintah Kota Pontianak untuk menekan penderita kasus tersebut yakni dengan meluncurkan Ponti Manis.

“RSUD Pontianak Utara meluncurkan Poli Klinik Geriatri, Kencing Manis, dan Edukasi (Ponti Manis)

untuk menekan angka diabetes di kalangan lansia, yang merupakan salah satu penyakit penyakit tak menular,” ujar Nuzuliza saat launching Ponti Manis di RSUD Pontianak Utara, Sabtu (5/7).

Menurut Nuzulisa, inovasi ini merupakan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), serta TP-PKK Kota Pontianak dan RSUD Pontianak Utara. Nantinya diharapkan dapat menjawab kebutuhan pelayanan.

“Di sini, kunjungan pasien lansia cukup tinggi dan pasien PTM khususnya Diabetes cukup tinggi," ungkapnya

Nuzulisa menjelaskan Ponti Manis fokus pada klinik geriatri, yang mana merupakan klinik ramah lansia. “Lalu juga berfokus pada penanganan kasus Diabetes Melitus, serta edukasinya," jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, rumah sakit melakukan penanganan dengan pendekatan tindakan kuratif. Untuk itu, RSUD Pontianak Utara mencoba melakukan pendekatan dari segi promosi dan edukasi kesehatan. Pendekatan ini juga akan menyasar tidak hanya pasien, tetapi juga keluarga pasien.

"Kita tahu bahwa lansia memiliki keterbatasan dan kebutuhan khusus, begitu mereka datang mereka akan kita prioritaskan. Mereka datang langsung kita layani tanpa perlu menunggu lama, mulai dari pemeriksaan hingga pemberian obat-obatan," terangnya.

Dengan adanya kolaborasi ini, Nuzulisa berharap RSUD Pontianak Utara bisa melakukan One Stop Service, dimana pasien lansia bisa datang untuk melakukan banyak pemeriksaan. Sehingga akhirnya dapat menekan angka pasien PTM, khususnya diabetes.

"Saya harap inovasi ini tidak hilang begitu saja. Bisa bertahan kalau perlu terus dimodifikasi dan diperbaharui sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi RSUD Pontianak Utara," pungkasnya.

Ketua TP-PKK Yanieta Arbiastuti, mengapresiasi peluncuran inovasi yang menyasar lansia di Kota Pontianak. Menurutnya, pendekatan pencegahan penyakit melalui edukasi serta pelayanan yang baik di Rumah Sakit akan meningkatkan kualitas hidup para lansia.

"Saya harap inovasi ini bisa segera diimplementasikan ke masyarakat. Karena lansia ini merupakan aset keluarga dan bangsa. Kesehatan lansia bukan hanya tentang pengobatan, tetapi bagaimana bisa mengedukasi dan membimbing para lansia untuk bisa hidup lebih sehat," harapnya.

Yanieta juga berharap Ponti Manis ini bisa memberikan manfaat yang luar biasa kepada para lansia. Salah satunya dengan memberikan pelayanan yang bisa menyapa dengan kasih sayang dan melayani dengan cinta untuk para lansia.

"Kami dari PKK juga siap mendukung inovasi ini. Kami memiliki kader-kader yang siap memonitoring dan mengevaluasi serta mengedukasi lansia dan juga masyarakat," tutupnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kalbar, pada tahun 2024 terdapat 64.828 penderita diabetes di Kalbar yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Kota Pontianak menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni sebanyak 13.932 kasus. Angka yang cukup besar juga tercatat di Kabupaten Sambas dengan 8.807 kasus, disusul Kabupaten Kubu Raya sebanyak 6.706 kasus, dan Kota Singkawang dengan 6.496 kasus. Sedangkan jumlah penderita terendah tercatat di Kabupaten Kayong Utara dengan 641 kasus, diikuti Sekadau yang mencatatkan 1.110 kasus. (iza/sti)

Editor : Hanif
#diabetes #Persadia #pemkot pontianak #TP PKK Kota Pontianak #Papdi #RSUD PONTIANAK #lansia #pdgi