PONTIANAK POST – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,43 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Jumlah tersebut meningkat 15,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, seiring meningkatnya kebutuhan uang layak edar di momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan penyiapan uang tunai tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran dan memastikan ketersediaan Rupiah di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Nataru.
“Bank Indonesia kembali menyelenggarakan layanan penukaran uang melalui program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai atau SERUNAI 2025 untuk memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat terpenuhi secara tepat jumlah, tepat pecahan, dan tepat lokasi,” ujar Doni dalam siaran persnya, Kamis (18/12) siang.
Lebih lanjut Doni menyebutkan secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan dana sebesar Rp283,1 miliar untuk layanan penukaran SERUNAI 2025, meningkat 32,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Doni menegaskan, peningkatan alokasi tersebut mencerminkan kesiapan Bank Indonesia dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama Nataru.
Sebagai informasi, SERUNAI 2025 merupakan agenda tahunan Bank Indonesia yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 8 hingga 23 Desember 2025. Program ini dilaksanakan sebagai amanat Undang-Undang tentang Mata Uang dan Bank Indonesia, yang menugaskan BI menyediakan Rupiah bagi masyarakat serta menjaga kelancaran sistem pembayaran nasional.
Mengusung tema “Rupiah Terjaga untuk Natal Penuh Kasih”, SERUNAI 2025 tidak hanya berfokus pada layanan penukaran uang, tetapi juga pada peningkatan literasi dan kepedulian masyarakat terhadap Rupiah. Di Kalimantan Barat, layanan SERUNAI dilaksanakan melalui empat kegiatan utama, yakni penukaran uang melalui 33 perbankan dan 4 kas titipan, kas keliling ritel, layanan mitra kerja, serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Layanan kas keliling ritel menjadi salah satu fokus utama dengan menyasar jemaat gereja melalui mobil kas keliling. Penukaran uang dilakukan langsung di sejumlah rumah ibadah, antara lain Gereja Katedral Santo Yosef, Gereja Katolik Keluarga Kudus, GBI El-Shadai Pontianak, dan Gereja HKBP Pontianak, sehingga masyarakat dapat menukarkan uang dengan mudah dan nyaman.
Untuk layanan penukaran, Bank Indonesia menetapkan paket penukaran sebesar Rp5 juta per orang dengan komposisi pecahan mulai dari Rp100 ribu hingga Rp5 ribu, guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Doni menambahkan selain layanan penukaran, BI Kalbar juga mengintensifkan edukasi CBP Rupiah yang mengenalkan ciri keaslian uang, cara merawat Rupiah, serta penggunaan uang secara bijak. Edukasi ini disampaikan secara langsung saat kegiatan penukaran maupun melalui media sosial, dengan pendekatan yang ringan dan interaktif bagi seluruh kelompok usia.
“Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kami berharap SERUNAI 2025 memberi manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kecintaan terhadap Rupiah,” pungkas Doni. (mse)
Editor : Miftahul Khair