PONTIANAK POST - Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026 menarik minat luas aparatur sipil negara (ASN), tidak hanya dari internal Pemprov Kalbar, tetapi juga dari kabupaten-kabupaten di daerah serta luar provinsi.
Kepala Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Alfian, mengatakan seleksi ini dibuka untuk mengisi lima jabatan pimpinan tinggi pratama yang saat ini lowong, yakni Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Biro Umum Setda Prov Kalbar, Kepala Biro Hukum Setda Prov Kalbar, serta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Prov Kalbar.
“Proses seleksi diawali dengan pengumuman dan pendaftaran sejak 31 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi yang hasilnya diumumkan pada 15 Januari 2026,” kata Alfian, Senin (19/1) siang.
Alfian menyebutkan, dalam seleksi terbuka ini tercatat sebanyak 54 pelamar. Dari jumlah tersebut, 34 orang mendaftar untuk satu jabatan, sementara 20 orang lainnya memanfaatkan kesempatan mendaftar maksimal dua jabatan.
Hasil seleksi administrasi menunjukkan sebanyak 41 pelamar dinyatakan lolos dan memenuhi persyaratan administratif. Rinciannya, 24 orang mendaftar pada satu jabatan dan 17 orang mendaftar pada dua jabatan.
Alfian menambahkan, pelamar pada seleksi ini tidak hanya berasal dari ASN di lingkungan Pemprov Kalbar atau dari wilayah ibu kota provinsi. Sejumlah peserta datang dari pemerintah kabupaten seperti Mempawah, Kubu Raya, Bengkayang, Sekadau, dan Sintang.
Bahkan, seleksi ini juga diikuti pelamar dari luar Kalimantan Barat, termasuk dari Sekretariat KPU Kabupaten Pangandaran, Sekretariat KPU Provinsi Banten, Polda Kalbar, IPDN, BNPP, serta pemerintah provinsi dan kabupaten di luar Kalbar.
“Secara keseluruhan, peserta yang berasal dari luar Pemprov Kalbar ada sekitar 20 orang. Namun, sebagian pelamar dari luar daerah tersebut tidak melengkapi persyaratan administrasi, sehingga tidak dapat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya,” jelas Alfian.
Lanjut Alfian, peserta yang lolos seleksi administrasi, mengikuti seleksi penulisan makalah pada Sabtu, 17 Januari 2026, uji kompetensi manajerial dan sosial kultural melalui metode assessment center pada 20–23 Januari 2026, serta wawancara akhir yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Januari 2026.
Alfian menambahkan, panitia seleksi (pansel) JPTP terdiri dari lima orang, dengan komposisi dua orang dari unsur internal Pemprov Kalbar, dua orang unsur eksternal dari kalangan akademisi, serta satu orang unsur eksternal dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat.
“Peserta dari luar yang masih ikut seleksi, yaitu dari Polda Kalbar, Set KPU Provinsi Banten, IPDN, dan dari beberapa Kabupaten di Kalbar,” pungkas Alfian. (mse)
Editor : Hanif