Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harisson Ajak Perkuat Karakter Pemuda Kalbar untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Novantar Ramses Negara • Kamis, 12 Februari 2026 | 11:49 WIB

 

DIALOG: Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson saat menjadi keynote speaker dalam Dialog Penguatan Internal Polri di Wilayah Hukum Polda Kalimantan Barat Tahun 2026.
DIALOG: Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson saat menjadi keynote speaker dalam Dialog Penguatan Internal Polri di Wilayah Hukum Polda Kalimantan Barat Tahun 2026.

PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan itu disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Dialog Penguatan Internal Polri di Wilayah Hukum Polda Kalimantan Barat Tahun 2026, di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (10/2).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Polri, akademisi, organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan, BEM, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Dialog mengusung tema Membangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda Emas Kalimantan Barat: Menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam paparannya, Harisson menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memanfaatkan bonus demografi melalui aktivitas yang positif dan produktif.

“Saya mengajak generasi muda untuk memperbanyak aktivitas positif, aktif berorganisasi, serta menjauhi perilaku yang tidak produktif. Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Polri, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan, untuk bersinergi membangun kesadaran kebangsaan generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap dialog tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan komitmen nyata dalam memperkuat karakter generasi muda Kalimantan Barat sebagai bagian penting pembangunan nasional.

Harisson menyampaikan, Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, kelautan, pariwisata, hingga pertambangan. Menurutnya, jika dikelola generasi muda yang kompeten dan berkarakter, potensi tersebut dapat menjadi penggerak pembangunan nasional.

Namun, ia mengingatkan bonus demografi juga bisa menjadi tantangan apabila tidak diiringi peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan pembentukan karakter.

“Generasi emas harus memiliki kemampuan teknologi, daya pikir kritis, kepemimpinan visioner, kemampuan beradaptasi, serta komitmen kebangsaan yang kokoh,” tegasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai bekal kepemimpinan masa depan.

Pada kesempatan itu, Harisson memaparkan langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat yang didukung Pemerintah Pusat.

“Saat ini telah dibangun sekolah rakyat tahap pertama di beberapa kabupaten/kota. Sekolah ini dari SD sampai SMA, seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah, dan diperuntukkan bagi keluarga desil 1 dan 2,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga membangun Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Mempawah melalui seleksi akademik untuk mencetak generasi unggul.

Harisson menegaskan, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter yang kuat. “Globalisasi adalah keniscayaan, namun identitas bangsa harus tetap terjaga. Generasi muda harus selektif terhadap pengaruh budaya asing, mencintai produk dan budaya dalam negeri, serta menanamkan nilai agama dan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (mse/r)

Editor : Hanif
#harisson #Indonesia Emas 2045 #Perkuat Karakter #Sekda Kalbar #bonus demografi