Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Penutup Cap Go Meh Pontianak 2026: Mengantar Naga Kembali ke Langit

Ashri Isnaini • Kamis, 5 Maret 2026 | 12:05 WIB

 

RITUAL PENUTUP: Prosesi pembakaran naga menandai berakhirnya rangkaian perayaan Cap Go Meh 2026 di Komplek Yayasan Bhakti Suci, Sungai Raya, Rabu (4/3).
RITUAL PENUTUP: Prosesi pembakaran naga menandai berakhirnya rangkaian perayaan Cap Go Meh 2026 di Komplek Yayasan Bhakti Suci, Sungai Raya, Rabu (4/3).

PONTIANAK POST — Rangkaian perayaan Cap Go Meh 2026 di Pontianak ditutup dengan prosesi sakral pembakaran naga di Komplek Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (4/3). Api yang melahap tubuh naga menjadi simbol kembalinya roh penjaga keberuntungan setelah menuntaskan tugasnya sepanjang perayaan Cap Go Meh.

Ritual pembakaran naga merupakan tahap akhir dari rangkaian tradisi, mulai dari prosesi buka mata naga, parade pada malam puncak Cap Go Meh, hingga tutup mata yang diwujudkan melalui pembakaran. Tradisi ini menjadi penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian perayaan tahun 2026.

Ketua Panitia HFX Cemerlang, Nelson Honggo, mengatakan seluruh kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias masyarakat. Puncak acara yang digelar Selasa (3/3) malam berlangsung meriah dengan ribuan warga memadati jalur parade.

“Puji Tuhan, semuanya berjalan baik dan penutupannya cukup meriah. Teman-teman sangat kompak. Sedih karena sudah selesai, tapi senang karena semua puas. Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kami,” ujar Nelson kepada Pontianak Post.

Nelson menyebut, salah satu naga dari timnya memiliki panjang sekitar 50 meter dengan melibatkan kurang lebih 160 anggota. Naga tersebut menjadi bagian dari puluhan naga yang tampil dan memeriahkan malam Cap Go Meh di Pontianak.

Menurutnya, kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan penampilan tahun ini. Persiapan dilakukan sejak jauh hari melalui latihan intensif demi menampilkan atraksi terbaik di hadapan ribuan pasang mata.

Prosesi pembakaran naga sendiri berlangsung khidmat dan penuh emosi. Suasana haru menyelimuti para pemain dan panitia yang telah mencurahkan tenaga dan waktu selama berbulan-bulan. Api yang membakar naga bukan sekadar penutup seremoni, tetapi juga simbol pelepasan dan harapan akan berkah di tahun berikutnya.

Disinggung soal rencana tahun depan, Nelson berharap perayaan Cap Go Meh dapat digelar lebih semarak. “Mudah-mudahan tahun depan naganya bisa lebih panjang lagi dan acaranya lebih meriah. Sampai jumpa tahun depan,” ucapnya optimistis.

Dengan berakhirnya ritual pembakaran naga, seluruh rangkaian Cap Go Meh 2026 resmi ditutup. Masyarakat berharap tradisi budaya ini terus lestari dan semakin memperkuat semangat kebersamaan di Pontianak, Kubu Raya, dan sekitarnya. (ash)

Editor : Hanif
#Pembakaran Naga #pontianak #cap go meh #ritual #sungai raya #Roh Penjaga