PONTIANAK POST — Puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Bandara Internasional Supadio terjadi lebih awal dari prediksi. Pergerakan penumpang tertinggi tercatat pada Rabu, (18/3) atau H-3 Lebaran, dengan jumlah mencapai 12.324 orang.
Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio, M. Joko Wahyudi, mengatakan angka tersebut meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Jumlah itu juga melampaui prediksi awal yang memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau 19 Maret 2026 dengan sekitar 11.835 penumpang,” ujar Joko kepada Pontianak Post, Jumat (20/3).
Menurut dia, lonjakan penumpang dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya libur sekolah, cuti bersama, serta momentum Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal.
Baca Juga: Jelang Puncak Mudik, Kapolres Kubu Raya Pastikan Pelayanan Pos Pengamanan Optomal
Selain itu, fenomena ini juga menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat yang kini cenderung memilih mudik lebih dini guna menghindari kepadatan menjelang hari raya.
Joko menegaskan, pihak bandara telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan memastikan kesiapan operasional berjalan optimal.
“Terjadinya puncak arus mudik lebih awal dari prediksi menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat. Kami telah mengantisipasi hal ini dengan memastikan kesiapan fasilitas, personel, serta koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder agar pelayanan tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, pihak bandara juga terus memperkuat sinergi dengan maskapai serta instansi terkait guna menjaga kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran, baik pada arus mudik maupun arus balik.
“Dengan tren pergerakan penumpang yang terus meningkat, Bandara Supadio optimistis mampu menjaga performa pelayanan sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat selama momentum Lebaran tahun ini,” pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair