Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Masyarakat Pontianak Kini Pertimbangkan Kendaraan Listrik Pasca Krisis BBM

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 26 Maret 2026 | 10:57 WIB

 

Ilustrasi BBM.
Ilustrasi BBM.

PONTIANAK POST - Fenomena antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Pontianak beberapa waktu lalu, membawa dampak pada perubahan pola pikir masyarakat dalam memilih jenis kendaraan.

Ketidakpastian stok dan lelahnya mengantre menjadikan sebagian masyarakat mulai menimbang untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai moda transportasi.

Dedi, warga Kota Pontianak menuturkan, kondisi antrean panjang di SPBU H-1 lebaran betul-betul mengular. Akibatnya, banyak masyarakat mengeluhkan sekaligus mempertanyakan pasokan BBM untuk SPBU ini.

Sedangkan pernyataan pemerintah, stok BBM masih aman. Tetapi kondisi di lapangan waktu itu, antrean justru terjadi di hampir semua SPBU.

Terlebih saat ini, di beberapa negara Asia Tenggara mengalami krisis energi. BBM mulai sulit didapat. Bahkan BBM sudah mulai naik harganya. Kondisi akibat perang teluk antara Iran-US dan Israel perlu disikapi. Sebab jika perang berlangsung panjang, maka Indonesia juga bakal berdampak. Paling nyata adalah BBM tetap ada namun dengan harga selangit.

Antisipasi berbagai hal yang mungkin terjadi akibat imbas perang, dia pun mulai menimbang untuk membeli kendaraan dengan tenaga listrik. Kendaraan alternatif ini, menurutnya paling aman. Sebab ketika tenaganya habis bisa dicas di rumah.

Terlebih Presiden juga sudah menyatakan jika ke depan secara bertahap masyarakat dialihkan menggunakan kendaraan listrik. Sedangkan kendaraan menggunakan BBM, diperuntukkan untuk orang kaya.   

Manager PT Sumber Tenaga Optima (STO), Nico Adidharma mengungkapkan, minat masyarakat Pontianak terhadap motor dan sepeda listrik ikut mengalami peningkatan signifikan. Menurutnya, kunjungan ke dealer kini didominasi oleh calon pembeli yang datang dengan niat serius, bukan sekedar melihat-lihat.

"Isu kesulitan dan antrean BBM cukup berpengaruh. Konsumen yang datang membawa keresahan, mereka khawatir ke depan antrean makin sering atau harga BBM terus naik. Kendaraan listrik mulai dilihat sebagai solusi agar lebih tenang dan tidak tergantung pada BBM,” katanya.

“Jadi pengaruhnya lebih ke membentuk urgensi. Kalau sebelumnya orang hanya penasaran sekarang sudah mulai berpikir ini mungkin saya butuh tinggal bagaimana kami sebagai dealer bisa membantu menyakinkan mereka."

Jika sebelumnya kendaraan listrik identik dengan hobi, kini segmentasinya kian meluas. Dia menjelaskan bahwa untuk unit motor listrik, mayoritas peminat berasal dari kalangan ibu rumah tangga dan pegawai kantoran untuk kebutuhan mobilitas harian.

Sementara itu, sepeda listrik sangat diminati oleh pelajar tingkat SMP dan ibu rumah tangga untuk keperluan jarak dekat seperti ke pasar atau sekolah.

Kendaraan listrik diprediksi akan semakin masif menghiasi jalanan Kota Khatulistiwa, seiring dengan keinginan warga untuk mendapatkan kenyamanan berkendara tanpa perlu dirisaukan oleh antrean di SPBU.(iza)

Editor : Hanif
#motor #Mobilitas Harian #pontianak #sepeda listrik #antrean bbm