Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Noe Letto Membahas Evolusi Perang: Medan Tempur, Ekonomi, dan Realitas Digital

K

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto bicara soal perang dalam kanal YouTube pribadinya.
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto bicara soal perang dalam kanal YouTube pribadinya.


Advertisement

PONTIANAK POST – Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau yang lebih akrab disapa Noe, vokalis Letto, kini resmi menjabat sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional sejak Kamis (15/1).

Jauh sebelum pelantikannya, melalui kanal YouTube Sabrang MDP pada 9 Oktober 2025, Noe telah membahas secara mendalam mengenai evolusi perang.

Dalam video tersebut, Noe mengupas bagaimana konsep dan medan perang mengalami perubahan drastis seiring perkembangan zaman. Berikut penjelasan Noe mengenai evolusi tersebut.

Advertisement

Baca Juga: Menjelang Hari Gizi Nasional, Ahli Gizi Tan Shot Yen Sampaikan Kekecewaannya kepada SPPG

Konflik Fisik di Medan Tempur

Pada awalnya, Noe Letto menguraikan bagaimana perang dipahami sebagai konflik fisik di medan tempur.

Pada masa lalu, kemenangan ditentukan oleh kekuatan pasukan, strategi militer, serta penggunaan senjata secara langsung.

Bentrokan antarpasukan, pengepungan kota, dan pertempuran di darat maupun laut menjadi simbol paling nyata dari kekuasaan dan dominasi.

Advertisement

Bentuk perang fisik ini relatif mudah dipahami karena dampaknya langsung terlihat: wilayah dikuasai, pasukan menang atau kalah, serta korban jiwa dan kerusakan materi terjadi secara nyata.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sebut Senyum Kaum Miskin Jadi Ukuran Keberhasilan Negara

Perang Ekonomi

Lebih lanjut, Noe menjelaskan bahwa bentuk perang kemudian bergeser dari konflik fisik menjadi perang ekonomi, di mana kemenangan tidak lagi semata ditentukan oleh senjata atau pasukan di medan tempur.

Di era modern, suatu negara atau aktor dapat dilemahkan secara signifikan tanpa pertempuran langsung.

Strategi yang digunakan meliputi sanksi internasional, tekanan finansial, manipulasi pasar, hingga penguasaan jalur perdagangan global.

Perang ekonomi bekerja dengan menargetkan struktur ekonomi lawan, seperti industri strategis, akses terhadap sumber daya, dan stabilitas mata uang.

Dampaknya sangat luas, mulai dari ketidakstabilan finansial, penurunan daya beli masyarakat, perlambatan pertumbuhan ekonomi, hingga melemahnya posisi politik suatu negara.

Karena berlangsung secara sistematis dan sering kali tidak kasatmata, perang ekonomi kerap lebih sulit dikenali dibanding perang fisik, namun berpotensi melumpuhkan lawan secara perlahan dan berjangka panjang.

Baca Juga: Kalbar Jadi Episentrum Hilirisasi Bauksit Nasional, Groundbreaking Dimulai Akhir Januari 2026

Perebutan Realitas

Pada tahap paling mutakhir, Noe menyoroti bentuk konflik yang semakin halus namun jauh lebih berbahaya, yakni perebutan realitas.

Di era digital, medan perang bergeser ke ranah informasi dan persepsi.

Siapa pun yang mampu mengendalikan narasi, opini publik, serta cara masyarakat memandang realitas, pada dasarnya menguasai medan konflik baru.

Melalui media sosial, algoritma, dan platform digital, aktor modern dapat memengaruhi pikiran dan keyakinan publik.

Dampaknya bukan hanya politis, tetapi juga menyentuh ranah budaya, identitas, dan relasi antarkelompok dalam masyarakat. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Link Nonton Film Pesta Babi Beredar, Ramai Dicari di Tengah Polemik Nobar

Link Nonton Film Pesta Babi Beredar, Ramai Dicari di Tengah Polemik Nobar

Film dokumenter Pesta Babi ramai dicari publik di tengah polemik pelarangan nobar, sementara tautan full movie ilegal mulai beredar di media

 Indonesia Desak Rusia Stop Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran

Indonesia Desak Rusia Stop Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran

Pemerintah meminta Rusia mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terka

Pelajaran Perang Bani Quraizhah: Ketaatan Sahabat dan Hikmah Besar di Baliknya

Pelajaran Perang Bani Quraizhah: Ketaatan Sahabat dan Hikmah Besar di Baliknya

Setiap peristiwa pasti ada pelajaran. Salah satunya perang bani quraizhah ini. Banyak hikmah dibalik perang ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer