Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Survei Indikator 2026: Program MBG Raup Kepuasan 72,8 Persen

K
Siswa saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1).
Siswa saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1).

PONTIANAK POST - Mayoritas publik memberikan penilaian positif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu terungkap dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada awal 2026.


Advertisement

Melansir Antara (8/2), Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa survei tersebut melibatkan 1.220 responden WNI yang diwawancarai pada 15–21 Januari 2026. Hasilnya, 72,8 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program MBG.

Meski demikian, Burhanuddin mengingatkan bahwa tingkat kepuasan tersebut bersifat dinamis.

“Kelompok yang menyatakan cukup puas ini sangat mungkin berubah, tergantung pada kondisi di lapangan dan kemampuan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Advertisement

Ia merinci, 12,2 persen responden mengaku sangat puas dan 60,6 persen cukup puas terhadap program MBG. Sementara itu, 19,9 persen responden menyatakan kurang puas, dan 4,5 persen lainnya mengaku tidak puas sama sekali.

“Artinya, tingkat ketidakpuasan per Januari 2026 itu sekitar seperempat responden,” kata Burhanuddin.

Lebih lanjut, Burhanuddin menilai tingkat kepuasan terhadap program MBG memiliki keterkaitan langsung dengan penilaian publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement

Meski begitu, survei juga menemukan fenomena menarik, yakni sebagian responden yang tidak puas terhadap MBG masih tetap puas terhadap kinerja Prabowo.

Namun, ia mengingatkan bahwa sekitar seperempat responden yang tidak puas terhadap MBG cenderung juga tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Karena itu, Burhanuddin menekankan pentingnya peran BGN dalam memperbaiki kualitas pelaksanaan program, sekaligus meminimalkan berbagai persoalan di lapangan, termasuk kasus-kasus negatif seperti keracunan makanan.

“Ini menjadi catatan penting bagi BGN untuk terus memperbaiki kinerjanya. Jika tingkat ketidakpuasan terhadap program MBG meningkat, dampaknya bisa langsung berpengaruh pada penilaian publik terhadap kinerja Presiden Prabowo,” ujarnya.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Sore Ini, Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur dan DPRD

Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Sore Ini, Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur dan DPRD

Isu karhutla, MBG, dan BBM jadi sorotan. Sekitar 300 mahasiswa Kalbar gelar aksi di Gedung DPRD sore ini dan menuntut dialog langsung.

Program MBG di 13 Sekolah Kapuas Hulu Terhenti, Ini Alasannya

Program MBG di 13 Sekolah Kapuas Hulu Terhenti, Ini Alasannya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 13 sekolah Kapuas Hulu terhenti. Selain persoalan izin, keterlambatan distribusi juga jadi keluhan.

Ratusan Siswa Kembali Tumbang Usai Santap MBG, 230 Korban Dapat Penanganan Medis di Pati

Ratusan Siswa Kembali Tumbang Usai Santap MBG, 230 Korban Dapat Penanganan Medis di Pati

230 siswa di Pati diduga keracunan MBG, sementara kasus serupa di Sidoarjo menemukan sampel makanan terkontaminasi bakteri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer