Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ISKA: Karhutla Bukan Takdir, Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas

A
Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Luky A. Yusgiantoro
Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Luky A. Yusgiantoro

Advertisement

 

PONTIANAK POST — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh dianggap sebagai kejadian rutin setiap musim kemarau. Pencegahannya membutuhkan tanggung jawab bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, terutama untuk melindungi kesehatan, pendidikan, mata pencaharian, serta keselamatan warga terdampak.

Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Luky A. Yusgiantoro, menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga masalah sosial dan keadilan. Menurut dia, perubahan cuaca dapat meningkatkan risiko kebakaran, tetapi aktivitas manusia dan pengelolaan lahan yang tidak bertanggung jawab juga berperan.

Advertisement

“Karhutla tidak seharusnya dianggap sebagai kejadian yang wajar setiap musim kemarau. Kondisi cuaca memang dapat meningkatkan risiko kebakaran, tetapi aktivitas manusia dan pengelolaan lahan yang tidak bertanggung jawab juga berperan dalam munculnya bencana ini,” ujar Luky di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam menanggapi karhutla yang masih berlangsung. Menurut Luky, penanganan tidak cukup berfokus pada pemadaman api, tetapi harus disertai pencegahan, pemulihan lingkungan, dan perlindungan masyarakat.

Karhutla Mengancam Kesehatan dan Penghidupan Warga

Advertisement

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak vegetasi serta habitat satwa. Dampaknya juga dirasakan masyarakat yang bergantung pada lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Asap dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas pendidikan. Ketika kebakaran meluas, kegiatan ekonomi dan mata pencaharian warga juga berisiko terganggu.

Luky menilai, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mencegah kebakaran sejak awal. Kesadaran masyarakat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab perusahaan dan kebijakan pemerintah yang efektif.

Keadilan Ekologis: Keuntungan Tidak Boleh Dibayar Masyarakat

Dalam diskusi Fokus ISKA 4 Episode 1 bertema Ekonomi Karbon Berkeadilan: Memulihkan Bumi dan Memuliakan Manusia, persoalan lingkungan dibahas melalui keterkaitan antara kegiatan ekonomi, keadilan sosial, dan tanggung jawab terhadap kehidupan.

Diskusi melalui kanal YouTube ISKA Channel tersebut menghadirkan Dr. Antonius Budi Susilo, SE, MSocSc, dan Dr. Jalius Slebbay, ST, MT.

Advertisement

Artikel Terkait

Perempuan dalam Kepungan Asap, Api, dan Air Asin

Perempuan dalam Kepungan Asap, Api, dan Air Asin

Karhutla Kalbar membebani perempuan melalui krisis air bersih, kesehatan, dan ekonomi, sekaligus memunculkan tuntutan keadilan lingkungan.

Borneo Legallia Forum III: Kemenkum Kalbar dan Mahasiswa Minta Keadilan Ekologis Terwujud

Borneo Legallia Forum III: Kemenkum Kalbar dan Mahasiswa Minta Keadilan Ekologis Terwujud

Kakanwil Kemenkum Kalbar Jonny Pesta Simamora menyoroti krisis ekologi dan mendorong supremasi hukum dalam penutupan BLF III di Pontianak.

Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla, Dua Kru Meninggal   

Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla, Dua Kru Meninggal  

Helikopter Mi-17V5 TNI AD yang membawa delapan kru dilaporkan jatuh di perairan Pematang Limau, Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer