“Nantinya akan ada investor dari Jakarta yang akan melakukan presentasi rencana pembangunan kereta gantung di Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam. Saya minta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat untuk mempersiapkan diri atas rencana tersebut,”pinta Jarot.
Ia melanjutkan, bila pembangunan kereta gantung bisa terwujud di Bukit Kelam, tentu akan menambah daya tarik taman wisata alam yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam di Kalbar.
"Dengan adanya kereta gantung, wisatawan akan bisa menikmati Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam dari dekat dengan pemadangan yang memesona,” ujarnya. Bukit Kelam merupakan sebuah batu monolit gelap yang saat ini dianggap sebagai formasi batu monolit terbesar dan tertinggi di dunia mengalahkan Ayers Rock di Uluru, Australia. Ketinggian bukit kelam mencapai 1.002 mdpl. Sementara Ayers Rock memiliki tinggi 862 mdpl.
Bukit kelam berlokasi di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Jaraknya sekitar 20 km dari Kota Sintang dengan waktu tempuh 20 menit atau sekitar 395 kilometer dari Kota Pontianak dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam. Ada dua cara/moda transportasi yang bisa dipilih untuk menuju ke sana.
"Melalui darat bisa dengan bus atau melalui udara dengan pesawat dari Bandara Pontianak (PNK) Supadio ke Bandara Sintang (SQG)-Tebelian Airport. Ada maskapai Wings Air dan Nam Air yang melayani rute langsung," ucapnya.
Jarot mengungkapkan, Bukit Kelam merupakan ekosistem yang kaya akan flora dan fauna. Karena keanekaragaman hayatinya, pemerintah menata kawasan tersebut sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam.
"Berkunjung ke Bukit Kelam, wisatawan dapat menikmati suasana yang sejuk dan segar sekaligus melihat pemandangan hutan tropis di sekitar," pungkasnya. (var) Editor : Salman Busrah