Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Siswa SD Dilempar Buku Oknum Guru

Syahriani Siregar • Senin, 5 September 2022 | 15:36 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.
CIOMAS - Kasus tindakan tak menyenangkan kembali terjadi di lingkungan sekolah. Kali ini, menimpa SR, salah seorang siswa di SDN Kota Batu 4 Ciomas. Dia dilempar buku oleh oknum guru di lingkungan sekolah tersebut.

Tak terima dugaan perbutaan yang dilakukan oknum guru anaknya, Nanang Kosim, mendatangi SDN Kota Batu 4 Ciomas. Salah satu orang tua siswa kelas empat sekolah dasar itu tak terima. Lantaran SR dilempar buku oleh oknum gurunya.

Nanang mengungkapkan, kedatangannya ke sekolah karena dirinya mendapat informasi, bahwa anaknya telah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum guru.

“Iya, anak saya jadi korban tindakan tidak menyenangkan dari oknum guru,” katanya Minggu (4/8).

Nanang memaparkan saat anaknya sedang mengikuti pelajaran komputer. Oknum Guru tersebut melemparkan buku dan nyaris terkena anaknnya.

“Meski tidak kena, tetapi jari tangan anak saya berdarah katanya terkena stepler waktu gurunya melemparkan buku ke anak saya, sekarang anak saya jadi trauma tidak mau sekolah karena takut kejadian itu terulang,” paparnya.

Lanjut Nanang, selain perlakuan kasar kepada anaknya, dirinya juga mendengar, bahwa oknum guru tersebut juga melontarkan bahasa kasar kepada siswa yang lain.

“Seorang pendidik itu seharusnya mendidik yang baik, bukan dengan cara-cara yang kasar. Dan saya juga sudah bertemu guru serta kepala sekolah untuk mengevaluasi bahkan saya minta oknum guru tersebut untuk diberhentikan,” pintanya.

Dikonfirmasi, salah satu Guru SDN Kota Batu 4 Ciomas Esti, membenarkan bahwa oknum guru tersebut memiliki sifat tempramental. Tetapi hal itu dilakukan karena ada sebabnya, misalkan siswa tidak sopan kepada guru yang bersangkutan seperti menyebut ‘Botak’.

“Jadi bukan karena tidak ada sebab. Yang saya tahu dia melakukan itu karena kesal siswanya menyebut botak, atau istilahnya meledek. Makanya dia berbicara kasar ke siswa, dan pa sandi langsung meminta maaf hari itu juga kepada siswa,” ujar Esti.

Setelah kejadian ini, pihak sekolah akan bertanggung jawab dan akan melakukan home visit atau berkunjung ke rumah siswa yang bersangkutan. “Kami sudah menerima kedatangan ayah dari SR dan besok kami akan home visit ke rumah SR,” paparnya. (jp) Editor : Syahriani Siregar
#sd #oknum guru #Sisa #dilempar buku