Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Operasi Kemanusiaan Rutin Terbesar di Dunia

R
Penulis: Rafael B. Junior❯
Dr. Ir. H. Feira Budiarsyah Arief, M.Si., IPM., ASEAN Eng.
Dr. Ir. H. Feira Budiarsyah Arief, M.Si., IPM., ASEAN Eng.

Advertisement

Oleh: Feira Budiarsyah Arief

Di balik khusyuknya jutaan umat Islam menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, terdapat sistem pelayanan dan kepanitiaan raksasa yang bekerja tanpa henti selama berbulan-bulan. Mulai dari pemberangkatan jemaah di tanah air, pengaturan penerbangan internasional, pemondokan, konsumsi, transportasi, hingga pengelolaan jutaan manusia saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seluruhnya membutuhkan koordinasi yang sangat besar dan kompleks.

Barangkali belum ada kegiatan manusia modern yang memiliki tingkat kerumitan setara dengan penyelenggaraan ibadah haji. Haji bukan sekadar kegiatan keagamaan tahunan, melainkan operasi pelayanan kemanusiaan terbesar di dunia.

Advertisement

 

Tahun Baru Tata Kelola Haji Indonesia

Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, penyelenggaraan haji nasional berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Amanah besar ini tentu bukan pekerjaan ringan, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.

Advertisement

Tahun ini, jumlah jemaah haji Indonesia mencapai sekitar 221 ribu orang dengan total operasional sebanyak 525 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, sekitar 204 ribu terdiri atas jemaah dan petugas kloter reguler yang diberangkatkan melalui 14 embarkasi di seluruh Indonesia.

Ke-14 embarkasi tersebut meliputi Embarkasi Aceh, Medan, Padang, Batam, Palembang, Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi, Kertajati, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Lombok, dan Makassar.

Dari total 525 kloter itu, sebanyak 277 kloter dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia, sedangkan 248 kloter lainnya dilayani oleh Saudia.

 

Ribuan Jemaah Bergerak Setiap Hari

Operasional pemberangkatan dimulai sejak 22 April 2026 untuk gelombang pertama yang diberangkatkan menuju Madinah. Gelombang pertama berlangsung hingga 6 Mei 2026. Selanjutnya, gelombang kedua dimulai pada 7 Mei 2026 dengan tujuan langsung menuju Jeddah sebelum menuju Kota Makkah. Gelombang kedua berlangsung hingga sekitar 22 Mei 2026.

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenhaj Umumkan Jemaah Haji Indonesia yang Hilang Ditemukan Wafat di Makkah

Kemenhaj Umumkan Jemaah Haji Indonesia yang Hilang Ditemukan Wafat di Makkah

Jemaah haji Indonesia yang sempat hilang di Makkah ditemukan wafat, pemerintah mengajak jemaah saling peduli demi mencegah kasus serupa.

Umrah Sunah di Tanah Suci, Menunggu Puncak Haji

Umrah Sunah di Tanah Suci, Menunggu Puncak Haji

Jemaah haji Indonesia manfaatkan waktu di Makkah untuk umrah sunah usai umrah wajib jelang Armuzna.

6 Jemaah Haji Kalbar Sakit Jelang Armuzna, Petugas Ingatkan Jaga Kesehatan

6 Jemaah Haji Kalbar Sakit Jelang Armuzna, Petugas Ingatkan Jaga Kesehatan

Jelang puncak ibadah haji Armuzna, enam jemaah haji asal Kalbar dilaporkan sakit dan diminta fokus jaga kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer