Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dari Ruang Lelang Ke Genggaman

Hanif PP • Rabu, 7 Januari 2026 | 09:22 WIB
Ilustrasi Digital
Ilustrasi Digital

Oleh: Deny Ariyanto*

Dulu, mengikuti lelang negara bukan perkara ringan bagi Fajar (34), warga Sungai Jawi. Ia harus datang ke ruang lelang sejak pagi, berebut nomor antrean, lalu menunggu berjam-jam sambil berharap kesempatannya tidak hilang. “Kadang pulang tangan hampa, tapi tetap penasaran. Ada tantangan tersendiri ikut lelang waktu itu,” kenangnya.

Ruang lelang kala itu penuh sesak, panas, dan tegang. Peserta membawa paddle, petugas memberi aba-aba, dan suasana dipenuhi sorakan kecil setiap kali harga naik. Bagi peserta baru, pengalaman itu bisa terasa menakutkan. Namun, bagi yang sudah terbiasa, hiruk-pikuk tersebut justru menghadirkan adrenalin tersendiri.

Kini, suasana itu tinggal kenangan. Rutinitas Fajar berubah total. Tanpa meninggalkan ruang tamu, ia membuka aplikasi Lelang Indonesia, menelusuri daftar aset, menyetor jaminan lewat mobile banking, lalu memasang penawaran secara real time. Proses yang dulu melelahkan kini hanya membutuhkan beberapa sentuhan layar. Ia hanya datang ke open house untuk melihat kondisi fisik barang. “Foto bisa menipu. Tapi bidding dari rumah, itu luar biasa. Kita tetap aman karena sudah lihat barangnya,” katanya.

Inilah pergeseran besar dari sistem lelang konvensional yang padat antrean menuju pengalaman phygital, perpaduan fisik dan digital yang kini mulai menjadi wajah baru lelang negara, termasuk bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Digitalisasi Lelang Negara di Tangan DJKN

Digitalisasi lelang negara yang dijalankan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tidak sekadar memindahkan proses manual ke sistem daring. Pola layanan yang berkembang saat ini semakin mencerminkan prinsip Digital Customer Experience (DCX), di mana kenyamanan, kejelasan informasi, serta kemudahan akses menjadi bagian penting dalam perjalanan peserta lelang.

Mulai dari tata letak aplikasi, penyajian foto aset, alur penyetoran jaminan, hingga notifikasi penawaran, semuanya dirancang agar masyarakat tidak kebingungan. Transformasi ini dijalankan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak, KPKNL Singkawang, serta Kantor Wilayah (Kanwil) DJKN Kalimantan Barat, yang memastikan proses lelang negara tetap transparan dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Barat.

Kini, warga dari Sambas, Mempawah, Ketapang, hingga daerah terpencil memiliki peluang yang sama untuk mengikuti lelang kendaraan, tanah, atau barang rampasan negara yang sebelumnya sulit diakses. Digitalisasi memperluas pintu masuk bagi masyarakat Kalbar untuk ikut serta dalam pasar lelang negara yang selama ini dianggap rumit.

Namun, DJKN menyadari bahwa layanan publik tidak dapat sepenuhnya mengandalkan digital. Dalam transaksi bernilai ratusan juta rupiah, masyarakat tetap membutuhkan interaksi langsung untuk menumbuhkan rasa aman. Karena itu, layanan fisik tetap dipertahankan. Open house, aanwijzing, konsultasi tatap muka, serta pendampingan pembuatan akun lelang menjadi bagian dari strategi phygital yang menggabungkan kenyamanan digital dengan kepastian fisik.

Phygital Experience: Saat Dunia Fisik dan Digital Menyatu

Pengalaman phygital dalam lelang negara membentuk pola baru dalam perjalanan pelanggan. Masyarakat biasanya memulai dari kanal digital dengan melihat daftar lelang, membaca ketentuan, dan menentukan minat. Setelah itu, mereka mengikuti aanwijzing untuk mendengar penjelasan teknis dan memastikan pemahaman atas ketentuan hukum. Tahap ini penting karena memberikan ruang tanya jawab langsung dengan penyelenggara sebelum lelang berlangsung.

Setelah memperoleh kejelasan melalui aanwijzing, peserta kemudian datang ke open house untuk memeriksa kondisi fisik barang. Proses ini melengkapi informasi digital dengan observasi langsung, sehingga peserta dapat menilai apakah barang sesuai dengan harapan. Ketika seluruh informasi telah lengkap, peserta kembali ke kanal digital untuk memasang penawaran secara real time.

Inilah wujud nyata dari omnichannel journey, sebuah konsep pemasaran digital di mana pengguna berpindah dari satu kanal ke kanal lainnya tanpa kehilangan konsistensi pengalaman. Lelang negara kini mengadopsi pola ini secara alami. Seluruh kanal: situs web, aplikasi, open house, aanwijzing, layanan konsultasi, dan bidding, saling terhubung dan menghadirkan pengalaman yang berkesinambungan.

Strategi Phygital DJKN dalam Praktik

Salah satu elemen terpenting dari strategi phygital adalah penyelenggaraan aanwijzing. Forum resmi ini menjadi sarana penyelenggara untuk memberikan penjelasan teknis, menjawab pertanyaan peserta, serta menjelaskan ketentuan hukum dan risiko aset. Aanwijzing memperkuat transparansi, mengurangi kesalahpahaman, dan menumbuhkan rasa aman, khususnya bagi peserta pemula. Banyak peserta mengakui bahwa aanwijzing membuat mereka lebih percaya diri dalam mengikuti proses bidding.

Setelah aanwijzing, open house menjadi “momen kunci” yang menegaskan kepastian barang. Di sinilah peserta dapat menilai kondisi kendaraan, memeriksa kelengkapan interior, mengecek suara mesin, atau memastikan kesesuaian barang dengan kebutuhan. Pada tahap ini, proses digital yang sebelumnya hanya mengandalkan foto dan deskripsi menjadi lengkap melalui observasi langsung.

Di ranah digital, DJKN semakin aktif menyebarkan informasi melalui berbagai kanal, seperti situs web, aplikasi, TikTok, Instagram, dan YouTube. Konten edukasi berupa panduan mengikuti lelang, tips membaca risalah, video sorotan aset, hingga cuplikan open house menjadi jembatan antara proses digital dan kebutuhan masyarakat akan kejelasan informasi.

Dengan perpaduan digital dan fisik tersebut, DJKN berhasil membentuk pola phygital yang efektif: masyarakat mencari informasi secara daring, memperoleh kepastian melalui tatap muka, dan mengambil keputusan secara digital.

Cerita dari Petugas Lapangan

Di balik sistem digital yang tertata, petugas KPKNL tetap memegang peran penting dalam memastikan kelancaran proses. Salah satu petugas menuturkan bahwa banyak peserta pemula datang ke kantor hanya untuk memastikan mereka tidak salah langkah saat melakukan bidding. “Banyak yang takut salah klik atau salah setor. Tapi setelah kami ajari, mereka langsung percaya diri,” ujarnya.

Menurutnya, digitalisasi justru meningkatkan interaksi manusia. Peserta yang sebelumnya hanya datang pada hari lelang kini hadir lebih awal untuk meminta pendampingan. Petugas tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga memberikan edukasi digital agar peserta memahami risiko, aturan, dan tahapan penting.

Aanwijzing dan open house menjadi dua pilar edukatif yang mempersiapkan peserta secara menyeluruh. Banyak peserta yang awalnya hanya mengandalkan foto digital, tetapi setelah mengikuti aanwijzing dan memeriksa barang secara langsung, pemahaman mereka berubah signifikan. Mereka menjadi lebih matang, tenang, dan yakin dalam memasang penawaran.

Dalam perspektif pemasaran digital, edukasi ini merupakan bagian dari pembentukan literasi digital dan perjalanan pelanggan yang berkelanjutan. DJKN secara tidak langsung mendidik masyarakat agar tidak hanya bergantung pada informasi digital, tetapi juga menyeimbangkannya dengan verifikasi fisik sebelum mengambil keputusan.

Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat, Bernadette Yuliasari Mulyatno, menyatakan bahwa digitalisasi telah meningkatkan minat generasi muda. “Mereka menyukai transparansi dan kecepatan sistem. Semua harga terlihat real time, tidak bisa dimanipulasi, dan itu membuat mereka merasa aman,” ujarnya.

Testimoni juga datang dari Sari, pelaku UMKM yang membeli alat usaha melalui lelang DJKN. Menurutnya, perpaduan informasi digital dan kesempatan melihat barang secara langsung membuat proses terasa adil. “Saya jadi lebih yakin. Sekarang malah sering ikut lelang,” katanya.

Perbandingan dengan Marketplace atau Lelang Swasta

Salah satu alasan lelang negara dipercaya adalah kuatnya digital trust. Pada platform swasta, potensi manipulasi harga atau penawaran palsu kerap menjadi kekhawatiran. Namun, pada e-auction DJKN, setiap penawaran terekam otomatis dan tidak dapat diubah. Riwayat harga dapat dilihat seluruh peserta secara transparan.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, jaminan transparansi ini menjadi nilai utama. Sistem lelang negara tidak hanya modern, tetapi juga aman dan adil bagi semua pihak.

Dampak Ekonomi: Perputaran Aset untuk Kalbar

Transformasi digital lelang negara memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kalimantan Barat. Aset yang sebelumnya menganggur—seperti kendaraan dinas lama, besi scrap, bongkaran bangunan, dan barang rampasan negara, kini kembali berputar di tangan masyarakat. Perputaran ini mendorong perekonomian lokal serta membuka akses yang lebih luas terhadap barang dengan harga efisien.

Bagi masyarakat, lelang menjadi peluang memperoleh kendaraan, perlengkapan rumah tangga, atau barang bernilai lainnya tanpa harus membayar harga pasar yang lebih tinggi. Sementara bagi negara, setiap transaksi menghasilkan penerimaan yang kembali digunakan untuk mendukung pelayanan publik. Dengan demikian, lelang negara menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi Kalbar yang semakin dinamis dan inklusif.

Digitalisasi juga membuka peluang bagi masyarakat di luar kota. Seorang peserta dari Mempawah menuturkan bahwa dahulu ia harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk melihat jadwal lelang. Kini, cukup membuka aplikasi di ponsel. “Kalau ada yang cocok, baru saya ke Pontianak untuk open house,” ujarnya. Perubahan ini menjadikan lelang negara semakin inklusif. Semua orang, dari mana pun berasal, memiliki kesempatan yang setara.

Masa Depan Lelang: Potensi yang Belum Tergarap

Seiring perkembangan teknologi, masa depan lelang negara semakin menjanjikan. DJKN memiliki peluang besar menerapkan AI-driven personalization, yaitu rekomendasi aset berdasarkan minat peserta. Sistem juga dapat menghadirkan notifikasi cerdas saat terdapat lelang yang sesuai dengan preferensi pengguna.

Selain itu, teknologi virtual tour, video 360 derajat, hingga augmented reality dapat membantu peserta melihat kondisi barang tanpa harus hadir secara fisik, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil. Inovasi ini berpotensi menempatkan DJKN sebagai salah satu instansi pemerintah dengan transformasi digital paling progresif di Indonesia.

Dari ruang lelang yang padat antrean hingga proses bidding dari genggaman tangan, perjalanan DJKN mencerminkan evolusi layanan publik yang tidak hanya modern, tetapi juga tetap manusiawi. Pendekatan phygital yang menggabungkan kekuatan digital dan kepastian fisik menjadikan lelang negara semakin transparan, inklusif, dan mudah diakses. *

 

*) Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, FEB, Universitas Tanjungpura. Penulis juga Pejabat Fungsional Penilai Pemerintah Ahli Muda Kanwil DJKN Kalimantan Barat

Editor : Hanif
#kalbar #lelang #DJKN #digitalisasi #Layanan Digital