Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Anak Jadi Lalai karena Kecanduan Gim

Hanif PP • Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:09 WIB
Santriadi.
Santriadi.

Oleh: Santriadi*

Siapa yang tidak kenal dengan game (KBBI: gim). Hampir semua kalangan akrab dengan gim, baik itu yang dimainkan secara offline maupun online. Dulu, gim hanya berupa gim board, Nintendo, play station, dan sejenisnya. Kini, dengan pesatnya teknologi gim tersebut sudah kalah saing dengan gim online yang terhubung langsung dengan internet.

Internet merupakan salah satu bukti kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang di dalamnya terdapat manfaat yang sangat besar. Namun, di sisi lain terdapat pula mudhorat yang ditimbulkannya cukup memprihatinkan, satu di antaranya adalah kecanduan gim. Kecanduan gim pada prinsipnya seperti narkoba, karena sama-sama menyebabkan ketagihan atau kecanduan. Kecanduan gim tak kalah menyeramkan dengan kecanduan narkoba, bahkan mungkin lebih berbahaya lagi karena ia terekam di alam bawah sadar selama bertahun-tahun yang pada gilirannya akan merusak akal dan syaraf-syarat otak serta lebih banyak malas gerak (mager).

Seiring berjalannya waktu, gim tidak hanya memiliki dampak positif sebagai hiburan dan ada juga berdalih sebagai penghilang stress. Namun, dampak dan pengaruh negatif ternyata jauh lebih berbahaya jika dicermati secara mendalam seperti dapat melalaikan dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan tempat tinggal. Baik atau buruk, positif atau negatif gim sebenarnya tergantung kepada si pengguna (user).

 

Kecanduan Gim

Di balik manfaat sebagai dampak positif suatu produk pasti tidak terlepas dari bahaya sebagai dampak negatifnya. Adapun bahaya gim yang menyebabkan anak-anak kita antara lain, pertama, menghabiskan waktu berjam-jam sehingga bisa melalaikan seseorang dari kewajibannya. Kedua, dapat menyebabkan ketagihan yang dapat membawa penyakit yaitu aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena hanya duduk-duduk saja. Ketiga, menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) yaitu gangguan fungsi mata yang disebabkan oleh radiasi layar HP android. Sering terjadi mata lelah dan rasa nyeri di punggung karena terganggu akibat radiasi layar HP android yang begitu kecil. Keempat, selain itu, berdampak pada sisi-sisi biologis manusia. Di antaranya, mengubah alur kerja gen, menghambat respons sistem imun, tingkat hormon, dan fungsi arteri serta mempengaruhi kondisi mental. Akhirnya, hal tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (semacam kelainan jiwa). Kelima, mengurangi makna pentingnya komunikasi itu sendiri, dan masih banyak lagi yang lainnya (disarikan dari Ferdi Anugerawan: 2009).

Gim pada dasarnya hanyalah selingan dan hiburan. Namun, jika sudah kecanduan tentunya akan melalaikan anak-anak kita dari kewajibannya untuk belajar dan mengisi waktu luang melakukan kegiatan yang positif. Kebanyakan anak-anak kita yang kecanduan gim dikarenakan mereka menemukan kepuasan tersendiri yang tidak didapatkan di dunia nyata. Mereka yang kecanduan gim seakan-akan hidup di dunianya sendiri, karena apa yang mereka inginkan selalu ada. Sehingga mereka akan merasa kehilangan dan gelisah jika dalam satu hari tidak main gim. Apalagi beberapa handphone keluaran terbaru dengan berbagai merk sudah menyediakan fitur-fitur yang bisa digunakan untuk main gim dengan harga terjangkau, bahkan bisa kredit.

Sejak internet mudah diakses dengan menjamurnya Wifi di warung-warung dan penggunaan HP Android, maka sejak itu pula gim online diserbu anak-anak kita. Jika libur sekolah, mereka lebih asyik menghabiskan waktu liburnya dengan main gim. Dan yang parahnya lagi mereka rela tidak sekolah (baca: bolos) hanya untuk main gim.

Khusus dalam kondisi tertentu, ketika pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran daring, pelajar kita lebih mementingkan main gim daripada mengerjakan tugas dari guru. Akhirnya tugas tidak dikerjakan dan nilainyapun kosong. Fenomena seperti itu justru menambah masalah baru, orangtua juga tidak bisa sepenuhnya memantau aktivitas anaknya di rumah lantaran bekerja mencari nafkah di luar rumah. Ketika guru melakukan visit home (kunjungan ke rumah) untuk mengonfirmasi tugas kepada orangtua betapa kagetnya orangtua ternyata anaknya tidak mengerjakan tugas sekolah.

Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa hal positif dari internet ternyata dapat berakibat buruk bila digunakan secara berlebihan sehingga dapat melalaikan. Anak-anak kita yang sudah ketagihan atau kecanduan gim, mereka betah berlama-lama di depan HP androidnya sehingga lupa akan kewajiban mereka yang lebih penting seperti makan, mandi, beribadah, membantu orangtuanya bahkan enggan untuk belajar.

Salah satu penyebab seorang anak begitu kecanduan gim karena mereka mendapatkan suatu pengalaman baru dan mereka bisa mendapatkan kenyamanan. Atau mereka mendapat sesuatu dari gim itu yang tidak bisa didapatkan di dunia nyata. Di dunia maya itulah seseorang bisa menjadi orang lain yang diinginkan. Misalnya, mereka dapat membuat karakter mereka menjadi karakter yang cantik, kaya, atau hal lain yang mungkin berbeda dengan kehidupan nyata mereka. Oleh karena itu, kepada para orangtua di rumah dan para guru di sekolah untuk selalu aktif mengontrol anak-anak kita agar tidak lalai terhadap tugas mereka akibat kecanduan bermain gim. Wallahu a’lam.**

 

*Penulis adalah guru SMP Negeri 1 Tebas, Kabupaten Sambas.

Editor : Hanif
#kecanduan #pengawasan #anak #sosial #mental #kesehatan #gim online