Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada Penipuan Affiliates Blibli! Begini Cara Ketahui Ciri-cirinya

A'an • Minggu, 8 Oktober 2023 | 14:33 WIB
Photo
Photo

 

PONTIANAKPOST - Di era digital ini banyak peluang cuan yang bisa Anda manfaatkan, salah satunya melalui affiliates. Namun, sebaiknya Anda waspada penipuan affiliates Blibli yang sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk mendapatkan banyak keuntungan. Lantas, bagaimana cara mengetahuinya?

Jenis Penipuan Affiliate

Menjadi afiliator adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan, karena Anda hanya perlu membuat konten dan bisa mendapat komisi apabila produk terjual melalui link Anda.

Namun, seringkali afiliasi e-commerce sering dimanfaatkan untuk hal yang tidak baik.
Di bawah ini merupakan beberapa jenis penipuan affiliates yang biasa ditemukan termasuk affiliates Blibli. Penasaran apa saja jenis-jenisnya? Berikut merupakan ulasannya.

1. Cookies Dropping

Metode ini adalah metode yang di mana oknum penipu menempatkan kode khusus untuk melacak dari berbagai jaringan afiliasi di komputer pengunjung situs. Jika Anda pengunjung yang klik link tersebut dan melakukan pembelian, maka penipu mendapat komisi.


2. Barang yang Dibeli Palsu

Penipuan ini biasanya dilakukan dengan membuat iklan atau halaman produk yang sebenarnya produk itu sendiri tidak ada atau tidak tersedia. Penipu akan merekomendasikan suatu produk dengan mengatasnamakan brand atau platform. Otomatis, calon pembeli akan percaya dan tertarik.


3. Cepat Kaya

Cara seperti ini biasanya lebih mudah untuk menarik marketer affiliates yang belum berpengalaman, namun ada juga yang sudah berpengalaman dan tertipu juga. Biasanya caranya variatif, mulai dari klik link palsu, atau juga menjanjikan agar pengunjung bisa cepat kaya.


4. Bayar untuk Join Program

Seringkali afiliator pemula tertipu dengan metode yang satu ini. Program affiliate seharusnya bebas biaya alias gratis. Namun, ada juga oknum yang membuka program abal-abal dan meminta sejumlah bayaran di awal kepada calon pengunjung program.

 


5. Trafik Palsu

Terakhir, trafik palsu. Penipuan ini dilakukan dengan cara penipu mengirim data palsu yang berisi jumlah klik dan impresi dari link afiliasi. DI dalamnya terdapat bots supaya datanya terlihat valid. Cara ini terbilang sulit untuk diketahui secara langsung oleh pengunjung.

Cara Menghindari Penipuan Affiliates Blibli

Bagi Anda yang ingin menjadi affiliates Blibli, lebih baik perhatikan beberapa hal saat join program afiliasi di berbagai e-commerce termasuk Blibli. Berikut merupakan ulasannya.


1. Pahami Syarat & Ketentuan

Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah memahami syarat dan ketentuan program afiliasi. Umumnya platform akan mengeluarkan syarat dan ketentuan yang harus dipahami oleh para afiliator pemula apabila ingin bergabung dalam program.

Brand terpercaya seharusnya juga lebih transparan mengenai program afiliasi. Tentu ini menjadi keuntungan yang akan Anda dapatkan apabila bergabung sebagai partner afiliasi.


2. Meminta Testimoni

Sebagai afiliator baru, Anda berhak untuk meminta testimoni dari brand terkait program afiliasi. Anda bisa mencari sendiri review atau testimoni di internet. Biasanya, program afiliasi yang terpercaya akan membagikan testimoni mereka di akun sosial media.

Selain itu, mendapat testimoni akan memberikan Anda gambaran mengenai pro dan kontra dari program tersebut. Cara ini juga memudahkan Anda untuk mengetahui sistem pembayaran komisinya seperti apa.


3. Cek Layanan Customer Support

Selanjutnya yaitu cek layanan customer support. Cari tahu email dan nomor telepon yang bisa dihubungi, biasanya ada di website atau akun sosial media suatu brand yang ingin Anda jadikan program afiliasi. Kemudian, coba hubungi salah satu kontak untuk mengetahui seperti apa responnya.

Apabila brand mampu memberikan respon yang cepat dan baik, misalnya seperti memberi sumber informasi dan solusi dari pertanyaan, maka bisa dipastikan bahwa layanan tersebut aktif. Selain itu, perusahaan atau brand yang baik dan berkualitas tentu akan peduli dengan affiliator-nya.

 

 

 


4. Periksa Riwayat Perusahaan/Brand

Berikutnya, periksa riwayat perusahaan/brand, coba Anda cek histori perusahaan sebelum join dalam program affiliates.

Perusahaan/brand yang baik dan terpercaya akan menyediakan info atau statistik terkait seperti apa perkembangan program afiliasi mereka. Hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri untuk Anda.

Cara lainnya yaitu dengan mencari sumber eksternal dari internet. Anda juga bisa membaca banyak testimoni melalui internet dari berbagai sumber sebagai bentuk pertimbangan.


5. Cek Kesediaan Kebijakan Anti Penipuan

Terakhir yaitu cek ketersediaan kebijakan anti penipuan. Program afiliasi yang terpercaya harusnya menjadikan pencegahan penipuan sebagai prioritas. Sebab, kebijakan anti penipuan akan melindungi para afiliator dan pelanggannya.

Apabila infonya tidak bisa ditemukan di situs perusahaan atau brand tersebut, Anda bisa mencoba bertanya langsung pada layanan customer support. Jika ada, maka bisa dipastikan atau disimpulkan bahwa program afiliasi tersebut sudah terpercaya.

Dari uraian di atas, kini Anda sudah mengetahui beberapa jenis dari metode penipuan affiliates yang ada di sosial media. Selain itu, Anda juga sudah mengetahui beberapa hal apabila ingin bergabung dalam program affiliates.

Perhatikan mulai dari brand yang dipilih, ketersediaan informasi terpercaya, dan juga seperti apa kebijakan yang diterapkan suatu program agar bisa terhindar dari adanya penipuan. Hal ini tentu perlu Anda pahami sebelum terjun ke dunia affiliates terutama bagi Anda yang masih pemula.

Pastikan Anda memilih platform terpercaya untuk join program affiliates (*)

Editor : A'an
#e-commerce #blibli