Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pembebasan Irian Barat, Saat Indonesia Merebut Kembali Kedaulatan

S
Penulis: Silvina❯
Ilustrasi pulai Irian
Ilustrasi pulai Irian

Advertisement

 

Pembebasan Irian Barat menjadi salah satu perjuangan besar Indonesia pada awal masa kemerdekaan. Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, wilayah Irian Barat belum diserahkan kepada Republik Indonesia.

Padahal, dalam pandangan pemerintah Indonesia, seluruh wilayah bekas Hindia Belanda, dari Sabang sampai Merauke, merupakan bagian sah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, Irian Barat seharusnya ikut merdeka bersama wilayah lain.

Advertisement

Namun Belanda menolak menyerahkan wilayah tersebut dan berupaya mempertahankannya. Hal inilah yang kemudian memicu konflik panjang antara Indonesia dan Belanda.

Upaya Diplomasi di Panggung Internasional

Advertisement

Dilansir dari laman wawasan sejarah oleh Rifai Shidiq Fathon,  pemerintah Indonesia mula-mula memilih jalur damai melalui diplomasi. Sejak tahun 1954, persoalan Irian Barat dibawa ke sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam berbagai sidang, Indonesia berusaha mendapat dukungan internasional. Namun, beberapa negara Barat tetap mendukung Belanda sehingga resolusi tentang Irian Barat tidak berhasil disahkan.

Pada sidang PBB tahun 1957, Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu, Roeslan Abdulgani, menegaskan Indonesia akan mencari jalan lain jika diplomasi terus menemui kebuntuan.

Ketegangan Memuncak dengan Belanda

Karena upaya damai tak membuahkan hasil, Indonesia mulai meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Belanda. Pada tahun 1957, berbagai perusahaan milik Belanda di Indonesia diambil alih.

Langkah itu dilakukan untuk menekan posisi Belanda sekaligus menunjukkan bahwa rakyat Indonesia mendukung penuh pembebasan Irian Barat.

Ketegangan kedua negara semakin memuncak hingga pada 17 Agustus 1960, Indonesia secara resmi memutus hubungan diplomatik dengan Belanda.

Advertisement

Artikel Terkait

Mengungkap Sejarah Kota Pontianak dan Asal-Usul Mitos Kuntilanak di Persimpangan Sungai

Mengungkap Sejarah Kota Pontianak dan Asal-Usul Mitos Kuntilanak di Persimpangan Sungai

Mengulas sejarah penjelajahan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan detik-detik berdirinya Kota Pontianak pada 1771.

Gelar Ziarah Makam Kesultanan, Pemkot Pontianak Minta Warga Jaga Nilai Sejarah dan Kerukunan

Gelar Ziarah Makam Kesultanan, Pemkot Pontianak Minta Warga Jaga Nilai Sejarah dan Kerukunan

Peringati HUT ke-255 Kota Pontianak, Wawako Bahasan ajak warga ziarah makam leluhur dan teladani sejarah pendiri kota.

Mengapa Ada Kampung Banjar, Sampit, dan Bangka di Pontianak? Ini Jejak Sejarahnya

Mengapa Ada Kampung Banjar, Sampit, dan Bangka di Pontianak? Ini Jejak Sejarahnya

Kampung Bugis, Banjar, Sampit, dan Tambelan menyimpan jejak kedatangan pendatang yang ikut membentuk sejarah Kota Pontianak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer