
PONTIANAK POST – Palang Merah Indonesia (PMI) yang berdiri pada 17 September 1945 ternyata memiliki sejarah panjang sebelum organisasi tersebut terbentuk. Jauh sebelumnya, masyarakat Indonesia telah mengenal organisasi sukarelawan bernama Penolong Korban Perang atau Pekope.
Mengutip Historia.ID, gagasan membentuk organisasi palang merah untuk masyarakat Indonesia mulai muncul pada 1938. Saat itu, dokter Bahder Djohan dan dokter Rumondor Cornelis Lafrand Senduk berupaya mengembangkan organisasi palang merah untuk orang Indonesia.
Gagasan Palang Merah Ditolak
Bahder Djohan dan Senduk merupakan lulusan STOVIA Jakarta. Mereka sempat mengajukan gagasan tersebut dalam kongres Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI) di Jakarta pada 1940.
Namun, gagasan membentuk organisasi palang merah untuk orang Indonesia ditolak.
Meski demikian, semangat membantu korban perang tetap berkembang. Para mahasiswa kedokteran kemudian membentuk organisasi yang disebut Penolong Korban Perang atau Pekope.
Baca Juga: Hari Anak Nasional Ternyata Bermula dari Gerakan Perempuan, Tanggal Peringatannya Pernah Berubah
Dokter Satrio menyebut Pekope dibentuk bersama sejumlah badan sosial dengan tujuan mempersiapkan sistem tolong-menolong dalam keadaan perang.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pelajaran Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau PPPK kepada masyarakat di kampung-kampung.
Berkembang di Berbagai Daerah
Baca Juga: Sejarah Panjat Pinang HUT RI, Ternyata Berawal dari Pribumi yang Dijadikan Tontonan Penjajah
Pekope tidak hanya berdiri di satu tempat. Sejumlah kelompok masyarakat di berbagai daerah turut membentuk organisasi serupa.
Dokter Moewardi, misalnya, memimpin Pekope pada masa Perang Dunia II. Pada awal 1942, organisasi yang dipimpinnya telah menjalankan kegiatan yang menyerupai pekerjaan Palang Merah meski PMI belum berdiri.



