PONTIANAK POST - Kehadiran kecoa di toilet sering kali membuat siapa pun merasa risih.
Selain baunya yang tidak sedap, serangga kecil ini juga berpotensi membawa bakteri penyebab penyakit.
Toilet yang seharusnya menjadi ruang higienis bisa berubah menjadi sumber penyakit jika tidak dirawat dengan benar.
Menyadur dari Rentokil, kecoa tertarik pada tempat-tempat lembab, gelap, dan penuh sisa kotoran dan toilet adalah lokasi yang ideal bagi mereka.
Sementara dilansir dari Terminix, ia juga dapat masuk melalui celah kecil di lantai, dinding, hingga pipa saluran air.
Salah satu jenis hama ini sulit diberantas sepenuhnya, karena mampu bersembunyi di area tersembunyi dan bertahan hidup dengan sedikit makanan.
Untuk itu, menjaga toilet bebas darinya tidak cukup hanya dengan membersihkan permukaan kloset.
Anda perlu strategi menyeluruh yang mencakup kebersihan, pengendalian kelembaban, hingga pencegahan akses masuknya. Berikut panduan lengkapnya.
Baca Juga: Cara Mudah Mengusir Kecoa dari Rumah Tanpa Bahan Kimia
1. Rutin Membersihkan Toilet
- Sikat kloset setiap hari, jangan hanya bagian dalam mangkuk tetapi juga area luar yang sering luput.
- Bersihkan lantai toilet terutama di sudut-sudut yang lembab.
- Gunakan cairan pembersih antibakteri agar kuman dan sisa kotoran hilang sempurna.
- Menurut Rentokil, kebersihan yang terjaga akan mengurangi sumber makanan kecoa sekaligus memperlambat perkembangbiakan mereka.
2. Atur Kelembaban Toilet
Kelembaban tinggi adalah magnet bagi mereka. Cara mengatasinya:
- Pastikan ada ventilasi alami atau pasang exhaust fan.
- Keringkan lantai setelah digunakan, jangan biarkan ada genangan air.
- Jika ada pipa bocor, segera perbaiki karena air yang merembes bisa jadi sumber minum kecoa
Terminix menekankan bahwa toilet kering membuatnya enggan menatap terlalu lama.
3. Tutup Semua Akses Masuk Kecoa
Kecoa sering masuk melalui jalur tersembunyi. Menurut University of Kentucky Entomology, ada tiga jalur utama:
- Saluran air: Pasang saringan di lubang pembuangan dan pastikan selalu terpasang.
- Retakan lantai atau dinding: Gunakan semen atau sealant untuk menutup celah.
- Pipa terbuka: Tutup dengan karet pelindung atau fitting khusus agar ia tidak bisa naik dari dalam.
4. Gunakan Umpan dan Perangkap Kecoa
Meski kebersihan sudah dijaga, kadang kecoa tetap muncul. Solusinya:
- Gunakan umpan kecoa (roach bait) yang mengandung zat perusak saraf. Kecoa yang memakannya akan kembali ke sarang dan menyebarkan racun ke kecoa lain.
- Pasang perangkap lengket di area tersembunyi, misalnya di bawah wastafel atau sudut toilet.
Menurut University of Kentucky Entomology, metode ini terbukti efektif untuk menekan populasinya secara perlahan tanpa harus menyemprotkan insektisida berlebihan.
5. Terapkan Perawatan Preventif
Agar toilet tetap bebas kecoa dalam jangka panjang, lakukan langkah pencegahan berikut:
1. Jangan biarkan sampah menumpuk di kamar mandi.
2. Simpan perlengkapan mandi dalam kondisi kering, jangan biarkan spons atau kain lembab menggantung terlalu lama.
3. Bersihkan area tersembunyi seperti belakang kloset, bawah wastafel, atau celah di sekitar saluran air.
4. Rentokil menekankan bahwa pencegahan berkelanjutan lebih efektif daripada penanganan saat infestasi sudah parah.
Minta Bantuan Pengendali Hama Saat Sudah Tidak Terkendali
Jika populasi kecoa di toilet tidak kunjung berkurang meski Anda sudah melakukan berbagai cara, sebaiknya hubungi jasa pengendalian hama profesional.
Terminix dan Rentokil sama-sama merekomendasikan langkah ini karena mereka bisa berkembang biak dengan cepat, dan investasi besar sulit ditangani dengan cara rumah tangga biasa.
Toilet yang bersih dan higienis bukan hanya membuat nyaman, tetapi juga mencegahnya berkembang biak.
Dengan memadukan kebersihan rutin, pengendalian kelembaban, penutupan akses masuk, penggunaan umpan atau perangkap, serta perawatan preventif, Anda bisa menjaga toilet tetap bebas kecoa. (*)
Editor : Miftahul Khair