PONTIANAK POST - Kasus luka akibat air keras atau zat kimia berbahaya dapat menimbulkan cedera serius pada kulit. Karena itu, penanganan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah.
Dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata membagikan informasi mengenai langkah-langkah pertolongan pertama jika seseorang terkena air keras melalui unggahannya di platform X.
Menurutnya, luka akibat air keras termasuk dalam kategori acid and chemical burn atau luka bakar akibat zat kimia, sehingga membutuhkan penanganan khusus sejak awal.
Baca Juga: Obat Kimia Tak Selalu Sembuhkan Penyakit Kronis, Ini Penjelasan Dokter
Langkah Pertolongan Pertama Jika Terkena Air Keras
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
- Lepaskan pakaian yang terkena zat kimia
Jika memungkinkan, segera lepaskan pakaian, aksesori, atau benda lain yang terkena zat kimia untuk mencegah paparan lebih lama pada kulit.
- Singkirkan zat kimia kering dari kulit
Apabila terdapat zat kimia dalam bentuk kering yang menempel di kulit, segera singkirkan dengan hati-hati sebelum membilasnya dengan air.
- Bilas dengan air mengalir dalam waktu lama
Area tubuh yang terkena zat kimia perlu segera dibilas dengan air bersih yang banyak atau air mengalir selama sekitar satu jam secara terus-menerus. Langkah ini bertujuan mengurangi konsentrasi zat kimia pada kulit.
- Jangan mengoleskan apa pun pada luka
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengoleskan krim, pasta, atau bahan kimia lain ke area luka. Padahal tindakan tersebut justru bisa memperburuk kondisi luka.
- Segera bawa korban ke rumah sakit
Setelah melakukan pertolongan pertama, korban harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Baca Juga: Terbukti Ampuh! Cara Alami Redakan Gatal Kulit Tanpa Obat Kimia, Cek Selengkapnya disini!
Penanganan Cepat Bisa Kurangi Risiko Luka Parah
Penanganan awal yang tepat dapat membantu mengurangi tingkat keparahan luka akibat zat kimia.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui langkah-langkah dasar pertolongan pertama dalam situasi darurat seperti ini.
Informasi sederhana ini diharapkan dapat membantu masyarakat bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi kasus paparan air keras atau zat kimia berbahaya. (*)
Editor : Miftahul Khair