Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serangan CVPD Capai 30 Persen, Tanaman Jeruk Sambas Terancam

F
Penulis: Fahrozi PP❯

Advertisement

Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

 

Advertisement

PONTIANAK POST – Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) telah menyerang 30 persen tanaman jeruk di Kabupaten Sambas. Untuk menekan penyebarannya, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat mendorong petani menerapkan modernisasi pertanian dan menggunakan teknologi deteksi dini.

Kepala BRMP Kalbar Anjar Suprapto mengatakan, penerapan modernisasi pertanian jeruk sudah dilakukan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sambas. Upaya tersebut akan terus diperluas untuk membantu petani melindungi tanaman dari serangan penyakit.

Advertisement

“Sudah ada penerapan modernisasi pertanian jeruk. Hal ini terus didorong untuk dilakukan,” kata Anjar saat berada di Kabupaten Sambas, Kamis (29/10).

Menurutnya, CVPD menjadi salah satu penyakit utama yang menyebabkan pertumbuhan tanaman jeruk mengalami degenerasi. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini perlu diperkuat agar penyebarannya tidak semakin meluas.

“Sesuai data kami, CVPD menjadi penyakit utama dan penyebab degenerasi pertumbuhan tanaman jeruk. Serangan penyakit ini di Kabupaten Sambas telah mencapai 30 persen,” ujarnya.

Deteksi Dini untuk Cegah Penyebaran

Salah satu langkah yang didorong BRMP Kalbar adalah penggunaan kit deteksi cepat penyakit Huanglongbing (HLB) atau CVPD. Teknologi ini diharapkan membantu petani mengetahui keberadaan penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Anjar menjelaskan, penularan CVPD dapat terjadi melalui bahan perbanyakan vegetatif, seperti mata tempel dari tanaman yang sakit. Penyakit ini juga menyebar melalui serangga penular atau vektor, yakni kutu loncat jeruk (Diaphorina citri).

Serangga tersebut dapat menularkan penyakit dari satu tanaman ke tanaman lain dalam satu kebun. Karena itu, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi penyebaran.

Selain mendorong penggunaan teknologi, BRMP Kalbar juga menyiapkan pendampingan bagi petani, mulai dari penyediaan bibit hingga pemasaran hasil panen.

“Kami juga akan terus memberikan pendampingan mulai dari bibit hingga pemasaran. Kami terus upayakan membuka jalur perdagangan jeruk, baik di Jakarta maupun di Kuching melalui PLBN Aruk maupun Jagoi Babang,” katanya.

Jeruk Sambas Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

Pengembangan produk olahan juga menjadi perhatian. Petani didorong memanfaatkan jeruk sebagai bahan berbagai produk turunan agar memiliki nilai tambah dan mengurangi bagian buah yang terbuang.

“Kami dorong juga masyarakat petani jeruk mengolah produk berbahan jeruk, sehingga terkait dengan konsep jeruk, tak ada yang terbuang, termasuk kulit jeruk,” ujarnya.

Berdasarkan data BRMP Kalimantan Barat, luas tanam jeruk di Kabupaten Sambas pada 2025 mencapai 8.317 hektare dengan produksi 76.641,165 kuintal.

Direktur Program iCare Kementerian Pertanian RI Syahrizal Muttakin mengatakan, jeruk menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian untuk dikembangkan di Kabupaten Sambas, selain padi.

“Ada dua komoditas di Kabupaten Sambas yang mendapatkan perhatian, yakni padi. Selain itu adalah jeruk. Sehingga komoditas ini perlu didorong, agar Sambas bisa menjadi rajanya jeruk di Indonesia,” katanya. (fah)

Advertisement

Artikel Terkait

Sambas Terima Hibah Alsintan Rp17,25 Miliar untuk Tujuh Koperasi, Perkuat Produksi Padi dan Jeruk

Sambas Terima Hibah Alsintan Rp17,25 Miliar untuk Tujuh Koperasi, Perkuat Produksi Padi dan Jeruk

Kabupaten Sambas menerima hibah alsintan Rp17,25 miliar untuk tujuh koperasi guna memperkuat pertanian pangan dan jeruk.

Ekspor Langsat Bengkayang ke Malaysia Melonjak 701 Persen, Pengiriman Buah Naga dan Jeruk juga Naik

Ekspor Langsat Bengkayang ke Malaysia Melonjak 701 Persen, Pengiriman Buah Naga dan Jeruk juga Naik

Ekspor langsat Bengkayang ke Malaysia naik 701,3 persen menjadi Rp6,41 miliar pada Januari-Agustus 2026.

Sambas Dilanda Cuaca Panas dan Kabut Asap, Petani Jeruk hingga Padi Mulai Terdampak

Sambas Dilanda Cuaca Panas dan Kabut Asap, Petani Jeruk hingga Padi Mulai Terdampak

Cuaca Panas Melanda Sambas, Tanah Mulai Merekah dan Petani Khawatir Hasil Panen Menurun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer