PONTIANAK POST - Para Guru di SMP Negeri 7 Tebas memiliki program menyisihkan gaji yang diterima setiap bulan yang selanjutnya akan dibelikan paket sembako yang akan diberikan kepada para murid yang membutuhkan.
Biasanya, dalam satu tahun uang yang disisihkan dari gaji, akan dibelanjakan dan diberikan kepada murid kurang mampu, dan itu biasanya dilaksanakan saat bulan Ramadan atau mendekati Idulfitri.
“Para guru SMP Negeri 7 Tebas secara sukarela menyisihkan gaji tiap bulan untuk dikumpulkan dalam setahun dalam bentuk dana sosial yang kemudian dibelikan paket sembako dan keperluan hari raya lainnya,” kata Kepala SMP Negeri 7 Tebas Nurpalah, belum lama ini.
Sebagai kepala sekolah, dirinya mengapresiasi inisiatif para guru tersebut. Diharapkan selain membantu, kegiatan yang dilaksanakan menjadi teladan bagi anak didik yang ada.
“Kami mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan, Apa yang menjadi program ini, sangat penting untuk mempererat hubungan antara warga sekolah, serta bagaimana memberikan teladan kepada murid untuk memiliki kepedulian sosial,” katanya.
Murid yang menerima santunan pun menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur dan berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilakukan di tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak murid yang terbantu.
Meski menjadi aksi yang sederhana, namun apa yang dilakukan di SMP Negeri 7 Tebas penuh makna. Dimana dalam pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mengajarkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial kepada murid sebagai generasi muda untuk berbagi.
Dalam satu tahun, dana yang terkumpul biasa akan diserahkan dalam bentuk paket sembako saat Ramadan atau menjelang Idulfitri. Para murid penerima adalah yang kurang mampu, termasuk anak yatim.
“Para guru berkomitmen dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi yang sudah dilakukan saban tahun khusus di bulan Ramadan,” kata Waka Urusan Kesiswaan Mustari. (fah)
Editor : Hanif