Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harga Daging Sapi di Sintang Tembus Rp200 Ribu, Bapanas RI Lakukan Peninjauan Lapangan

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 23 Februari 2026 | 13:48 WIB

HARGA NAIK: Harga daging sapi segar di pasar tradisional Junjung Buih Kabupaten Sintang mencapai Rp200.000 per kg sejak hari pertama Ramadan.
HARGA NAIK: Harga daging sapi segar di pasar tradisional Junjung Buih Kabupaten Sintang mencapai Rp200.000 per kg sejak hari pertama Ramadan.

PONTIANAK POST - Tim Badan Pangan Nasional Republik Indonesia (Bapanas) melakukan peninjauan langsung ke Kabupaten Sintang, Sabtu (21/2), menyusul laporan kelangkaan dan tingginya harga daging sapi di daerah tersebut. Kunjungan itu merupakan tindak lanjut arahan pimpinan Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Ketua Tim Bapanas RI, Charles Yotomaruangi, menjelaskan bahwa awalnya tim hanya dijadwalkan melakukan perjalanan hingga Sekadau. Namun, setelah menerima informasi mengenai kondisi harga daging di Sintang, agenda diperpanjang.

“Awalnya kami hanya melakukan perjalanan sampai Sekadau. Tetapi ada arahan dari Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia yang juga Menteri Pertanian RI untuk melanjutkan kegiatan ke Kabupaten Sintang,” ujar Charles.

Dari hasil pemantauan di sejumlah titik dalam Kota Sintang, tim menemukan harga daging sapi relatif tinggi dan ketersediaannya terbatas. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Pasar Juadah Ramai di Awal Ramadan, Polres Sintang Pastikan Pengamanan dan Arus Lalu Lintas Lancar

“Kami sudah berkeliling di dalam Kota Sintang. Daging sapi memang mahal dan langka. Kami minta Tim Saber Pelanggaran Harga Pangan Kabupaten Sintang untuk melakukan tindakan tegas,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyebut harga daging sapi yang tinggi bukan kondisi baru bagi masyarakat setempat. Menurutnya, fluktuasi harga sudah kerap terjadi, meski daya beli warga masih tergolong stabil.

“Yang penting daging sapinya ada, karena daya beli masyarakat relatif baik,” kata Kartiyus.

Meski demikian, pemerintah daerah berharap ada langkah konkret untuk menambah pasokan guna menekan harga di pasaran. Kartiyus mengusulkan agar Bapanas melakukan intervensi melalui distribusi daging sapi beku dalam jumlah besar ke gudang Bulog Sintang.

“Saya berharap Bapanas RI bisa melakukan intervensi dengan melakukan dropping daging sapi beku dalam jumlah besar ke Bulog Sintang. Sehingga bisa menurunkan harga dan stok cukup untuk masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Sintang juga menargetkan stabilitas pasokan dan harga dapat tercapai sebelum Idul Fitri, agar kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi menjelang hari raya dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, kenaikan harga daging sapi segar di pasar tradisional Kabupaten Sintang mencapai Rp200 ribu per kg sejak hari pertama di bulan Ramadan. Satu di antara warga Rini menuturkan kenaikan harga tersebut baru beberapa pekan terjadi.

Baca Juga: Pendangkalan Sungai Melawi Ganggu Distribusi BBM ke Sintang, Penuhi Kebutuhan dengan Jalur Darat

"Naik ini sekarang sudah Rp 200 ribu per kilo, biasanya 120 ribuan," ungkap Rini.

Lelek, pedagang daging sapi segar di Pasar Junjung Buih menyatakan saat ini harga daging sapi segar berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu perkilogram. Kenaikan harga tersebut diakui dia disebabkan oleh kelangkaan stok daging sapi segar.

"Daging sapi tidak ada stok. Pokoknya sekarang kalau ada orang jual, mampu beli, ya beli," tuturnya.

Lelek mengaku daging sapi yang saat ini terjual berasal dari luar daerah Sintang, antara lain Sekadau. (nda)

Editor : Hanif
#sintang #kalimantan barat #harga daging sapi #pasar tradisonal #badan pangan nasional