Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Panic Buying Picu Antrean Panjang di SPBU Sintang, Pemkab Pastikan Stok Pertalite Aman

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 16 Maret 2026 | 15:53 WIB

 

Wiro Pranata
Wiro Pranata

PONTIANAK POST - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Sintang dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh perilaku panic buying masyarakat yang khawatir terjadi kelangkaan bahan bakar minyak, khususnya Pertalite. Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan pasokan BBM di wilayah tersebut masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Wiro Pranata, menjelaskan bahwa antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan reaksi masyarakat terhadap isu yang beredar luas terkait konflik internasional yang memicu kekhawatiran akan gangguan distribusi energi.

“Antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh aksi panic buying masyarakat akibat isu konflik internasional antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang beredar di tengah masyarakat,” kata Wiro Pranata, Minggu (15/3).

Ilustrasi Antrean Panjang di SPBU.
Ilustrasi Antrean Panjang di SPBU.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga telah melakukan rapat koordinasi bersama Pertamina guna memantau kondisi pasokan di daerah.

Menurut Wiro, berdasarkan keterangan dari General Manager Pertamina Kalbar, stok BBM di seluruh wilayah provinsi tersebut berada dalam kondisi aman dan tersedia bagi masyarakat.

“Stok BBM di wilayah Kalbar dipastikan dalam kondisi aman dan tersedia. Bahkan Pertamina siap menambah pasokan di daerah yang mengalami antrean sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Selain faktor kepanikan masyarakat, Wiro juga menyebut kemungkinan adanya pihak tertentu yang mencoba menimbun BBM sehingga memperparah kondisi antrean di SPBU.

“Selain karena kepanikan masyarakat, ada kemungkinan juga terdapat pihak tertentu yang melakukan penimbunan BBM sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat,” jelasnya.

Wiro juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum tentu benar dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Langkah tersebut dinilai penting agar distribusi bahan bakar dapat berjalan normal dan tidak menimbulkan gangguan pada aktivitas masyarakat.

“Pemkab Sintang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tetap beraktivitas seperti biasa, karena pasokan BBM dipastikan aman dan tersedia,” tegas Wiro.

Dengan adanya kepastian pasokan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang justru berpotensi memperpanjang antrean di SPBU. (nda)

Editor : Hanif
#spbu #sintang #Pertalite #Panic buying #Antrean Panjang