Hal tersebut yang dirasakan oleh salah satu petani karet di Kabupaten Bengkayang, Ati. Dia menilai masih anjloknya harga karet menjadi kendala bagi perekonomian keluarganya. Di samping itu, dia tak lupa meluapkan kekecewaannya terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, lantaran menaikkan harga BBM subsidi, yang menurutnya otomatis menaikkan komoditas pasar lain.
"BBM naik, tapi karet tetap saja anjlok. Di Bengkayang, harga karet per kilo hanya 8 ribu rupiah," keluhnya, Rabu (30/11).
Menurutnya, harga karet yang rendah tak sebanding dengan harga BBM yang saat ini dijual paling rendah di angka Rp10 ribu perliter. "Jelas ini sangat jauh timpangnya dengan harga karet," tuturnya menggerutu.
Dia berharap, ke depan pemerintah dapat menyesuaikan juga harga karet, sama halnya seperti harga BBM. "Sekarang harga BBM pertalite sudah naik. Mestinya, harga karet juga dinaikkanlah," ucap Ati.
Dengan kondisi ekonomi yang terpuruk tersebut, Ati merasa tercekik atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Maka dari itu, dirinya hanya bisa berharap kedepan pemerintah bisa lebih pro terhadap masyarakat kecil, seperti dirinya dan petani karet lain.
"Pemerintah mestinya betul-betul lah pikirkan nasib rakyat di bawah ini," pintanya.
Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Kelompok Tani Kiokantang, Marbun. Dia berharap agar ke depan ada kebijakan pemerintah untuk mengangkat kembali komoditas karet, sehingga harga karet naik, dan dapat mensejahterakan petani karet.
"Akibat harga karet yang murah, banyak petani karet ogah mengurus tanaman, dan beralih ke profesi lain yang lebih menguntungkan, seperti buruh pasar atau pekerja bangunan," ucapnya.
Harga karet saat ini dinilai dia tak sebanding dengan harga kebutuhan barang pokok yang terus mengalami kenaikan. Padahal, sambungnya, pertanian karet di Kabupaten Bengkayang sempat menjadi primadona. Diperkirakan dia, 60 persen masyarakat Bengkayang sebagai petani karet.
"Kini, hanya tersisa berkisar dua puluh persen yang masih bertahan menggarap kebun karet," katanya.
Ke depan, dia berharap, persoalan harga karet dapat diperhatikan, agar kesejahteraan petani karet dapat dirasakan masyarakat. "Harapan kita semoga situasi kenaikan harga sawit juga berdampak pada kenaikan karet. Tentunya apabila itu terwujud sangat membantu petani karet kedepannya," pungkasnya. (Sig) Editor : Misbahul Munir S