Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jalur Penghubung Bengkayang-Singkawang Rusak, Warga Dambakan Perbaikan

Misbahul Munir S • Senin, 20 Februari 2023 | 11:53 WIB
JALAN RUSAK: Potret kondisi jalan di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang tampak berlubang dan tergenang air akibat hujan, beberapa waktu kebelakang. IST
JALAN RUSAK: Potret kondisi jalan di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang tampak berlubang dan tergenang air akibat hujan, beberapa waktu kebelakang. IST
BENGKAYANG - Ruas jalan penghubung antara Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang, yang notabene berstatus jalan provinsi sampai saat ini masih dalam keadaan rusak. Tampak di beberapa titik jalan disekitar Kecamatan Sungai Betung hingga Kecamatan Bengkayang Kota masih berlubang dan belum ada perbaikan dari pihak yang berwenang.

Kondisi jalan yang berlubang tersebut membuat rawan akan terjadi kecelakaan lalulintas. Terlebih, apabila malam hari akses jalan tersebut gelap lantaran minimnya pencahayaan disepanjang jalan.

Menanggapi hal itu, Kasi Pemdes Cipta Karya, Hendra mengatakan bahwa ruas jalan yang rusak memang kerap menjadi keluhan oleh masyarakat sekitar. Kondisi itu, kata dia, bisa mengakibatkan laka lantas dan hal-hal yang tidak diinginkan apabila tidak diperbaiki.

Atas hal itu, dia meminta agar perbaikan jalan berstatus jalan provinsi tersebut bisa ditanggapi serius oleh Pemprov Kalbar. Mengingat jalan di Desa Cipta Karya merupakan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Bengkayang dan daerah tetangga, yakni Kota Singkawang.

"Kerusakan ini ada di sejumlah titik batas. Mulai dari batas Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung dan Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bumi Emas," kata Hendra, Minggu (19/2).

Hendra mengatakan kondisi jalan berlubang ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun kebelakang, dan sampai saat ini belum ada perbaikan. Jalan tersebut, bahkan kerap tergenang air ketika hujan, sehingga membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas jalur tersebut. "Terutama juga kalau sudah malam, jalan ini belum ada penerangan (lampu jalan). Jadi saya rasa kondisi ini cukup berbahaya," tegasnya.

Hendra mengaku, pihak desa bersama warga setempat sebenarnya sudah beberapa kali berinisiatif melakukan perbaikan di jalan yang rusak. Hanya saja, yang bisa dilakukan hanya melakukan penambalan ruas jalan yang rusak dengan bahan dan alat seadanya.

"Jadi sudah beberapa kali kita perbaiki mandiri, meski sesuai aturan tidak diperbolehkan. Tapi meski demikian, karena alat dan bahan yang kita gunakan tidak memadai, dan jalan tersebut juga kerap dilewati kendaraan berat membuat jalan tersebut rusak kembali," paparnya.

Kedepan, dia berharap hal tersebut bisa sampai ke Pemprov Kalbar selaku pihak yang memiliki wewenang untuk segera mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak. Hal ini, kata dia, diperlukan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan atau bahkan ada korban jiwa akibat jalan rusak.

"Saya juga berpesan kepada masyarakat yang melewati jalan yang rusak untuk ekstra hati-hati. Tak hanya di wilayah kita, namun beberapa titik di jalur dari arah penghubung Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang," pungkasnya. (sig) Editor : Misbahul Munir S
#jalan rusak #warga #Jalur Penghubung #Dambakan Perbaikan #Bengkayang-Singkawang