Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabup Bengkayang Optimis, 2023 tak Ada Lagi Desa Tertinggal

Misbahul Munir S • Selasa, 27 Juni 2023 | 13:24 WIB
DONOR DARAH: Suasana kegiatan donor darah yang dilaksanakan KPPN Putussibau di Aula Kantor KPPN setempat, Selasa (26/10). ANDREAS/PONTIANAK POST
DONOR DARAH: Suasana kegiatan donor darah yang dilaksanakan KPPN Putussibau di Aula Kantor KPPN setempat, Selasa (26/10). ANDREAS/PONTIANAK POST
BENGKAYANG – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bengkayang menggelar focus grup discusion (FGD) dalam rangka meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) dan Peningkatan Optimalisasi Peran Desa terhadap Perubahan Status Desa tahun 2023. Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Aula II Lantai V Kantor Bupati Bengkayang, kemarin.

Memimpin jalannya FGD, Wakil Bupati (Wabup) Bengkayang, Syamsul Rizal menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan, dalam rangka saling bertukar informasi serta memecahkan permasalahan yang ada ditengah masyarakat. Wabup menyampaikan, saat ini 24 desa berstatus mandiri, 39 desa maju, 46 desa berkembang, dan 13 desa tertinggal.

"Taget kita bersama adalah pada tahun 2023 ini tidak ada lagi desa tertinggal dan harus meningkat menjadi desa berkembang atau maju," ucapnya.

"Maka dari pada itu, saya harapkan desa maupun instansi pemerintahan harus bekerja keras bersama-sama untuk mewujudkan target itu," tambahnya mengingatkan.

Pada kesempatan yang sama, Wabup turut menegaskan empat hal, terkait pemutakhiran data IDM yang mesti dilakukan ke depan.

"Pertama, pemutakhiran data IDM harus dilakukan secara jujur agar data dihasilkan adalah data yang valid. Kedua, target untuk menghilangkan 13 desa tertinggal di Kabupaten Bengkayang harus diupayakan secara optimal," paparnya.

"Ketiga, saya minta kepada para Camat, pendamping profesional kecamatan, dan pendamping lokal desa untuk selalu memantau dan mendampingi selama proses pemutakhiran data. Serta keempat, kepala desa harus bersikap proaktif, profesional dan terbuka dalam pemutakhiran data," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup turut didampingi oleh Kepada Dinas PMD, Plt. Sekretaris Bappeda, koordinator tenaga ahli pendamping, kepala desa, tenaga pendamping desa, dan pendamping lokal desa se-Kabupaten Bengkayang. (Sig) Editor : Misbahul Munir S
#indeks desa membangun #Optimis #Wabup Bengkayang #desa tertinggal