PONTIANAK POST - Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKPsi) Universitas Muhammadiyah Pontianak sukses menyelenggarakan Yudisium Sarjana Kesehatan Masyarakat dan Sarjana Psikologi bertempat di Qubu Resort, Kubu Raya. Acara ini diikuti 196 lulusan, terdiri dari 144 lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat dan 52 lulusan Program Studi Psikologi.
Pada kesempatan tersebut, Tri Anugrah Oktaviani meraih IPK tertinggi Program Studi Kesehatan Masyarakat dengan nilai 3,99. Sementara dari Program Studi Psikologi ada Amalia Nadhilah berhasil meraih IPK tertinggi 3,86.
Dekan FIKPsi Dedi Alamsyah, SKM., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas keberhasilan seluruh lulusan.“Kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Ketua Program Studi, dosen, dan staf yang telah mengantarkan mahasiswa hingga mencapai tahap ini. Kami berharap para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa di bidang kesehatan masyarakat dan psikologi,” ungkapnya.
Selain mengukuhkan para lulusan, yudisium kali ini juga menjadi ajang perayaan pencapaian Akreditasi Unggul untuk Program Studi Kesehatan Masyarakat. Setelah asesmen lapangan pada 7–9 Januari 2025, LAM-PTKes menetapkan prodi tersebut terakreditasi Unggul berdasarkan SK Nomor 0075/LAM-PTKES/Akr/Sar/I/2025, dan berlaku hingga 23 Januari 2030.
“Akreditasi Unggul ini adalah hasil kerja keras seluruh tim akademik dan bukti komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi di bidang kesehatan masyarakat,” imbuh Dedi.
Momen bahagia ini semakin lengkap dengan pengumuman bahwa UM Pontianak resmi membuka Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (S2), program magister pertama di universitas ini. Izin pembukaan diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui SK Nomor 443/B/O/2025. Atas terbitnya izin tersebut, Rektor UM Pontianak kemudian menunjuk Dr.Andri Dwi Hernawan, SKM., M.Kes sebagai Ketua Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat.
“Kami berharap keberadaan program ini mampu memenuhi kebutuhan tenaga ahli kesehatan masyarakat di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat kontribusi UM Pontianak dalam pembangunan kesehatan di Indonesia,” pungkas Andri.
Andri yang merupakan alumni Doktoral dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru S2 Kesehatan Masyarakat dibuka hingga akhir Agustus 2025 atau sampai kuota terpenuhi.
“Saat ini kita sudah mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru S2 dengan kuota 50 orang, dan sampai saat acara yudisium hari ini, kuota sudah hampir terpenuhi,” tambahnya.
Pada kesempatan yudisium ini, FIKPsi juga menyoroti sejumlah prestasi akademik dan non-akademik yang berhasil diraih mahasiswa Program Studi Psikologi selama periode 2024–2025.
Secara akademik, Dimas Anggoro Narutama terpilih mengikuti program Erasmus+ Student Exchange Mobility dan telah menjalani studi selama satu semester di Universidad de Huelva, Spanyol, pada tahun 2024. Prestasi ini menjadi bukti kualitas lulusan FIKPsi yang mampu bersaing di level internasional.
Sementara dalam bidang non-akademik, Dea Destiana Renata Sitorus akan mewakili Kalimantan Barat dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX, cabang olahraga Karate, yang akan diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah pada 19–27 September 2025.
Tak hanya mahasiswa, upaya peningkatan kualitas juga dilakukan oleh tenaga pendidik. Salah satu dosen Program Studi Psikologi saat ini tengah menempuh Studi Doktoral (S3) di Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini sebagai bentuk komitmen FIKPsi dalam memperkuat kualitas pengajaran dan pengembangan keilmuan psikologi. (tim humas yudisium fikpsi 2025 ump/ser)
Editor : Hanif