Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jangan Kendor! Ini 6 Cara Menjaga Ibadah Tetap Konsisten Setelah Ramadan

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 14 April 2026 | 14:31 WIB
Ilustrasi istiqamah beribadah salat malam meski bukan di bulan Ramadan. (FREEPIK)
Ilustrasi istiqamah beribadah salat malam meski bukan di bulan Ramadan. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Ramadan telah berlalu, namun semangat ibadah tidak seharusnya ikut memudar.

Justru, setelah bulan suci menjadi momen penting untuk membuktikan konsistensi dalam beramal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puasa Sunnah Jadi Lanjutan Ibadah

Umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah puasa setelah Ramadan, salah satunya puasa enam hari di bulan Syawal.

Baca Juga: Hati-Hati Flexing Ibadah di Media Sosial, Ini Bahaya Sum’ah yang Bisa Menghapus Pahala

Baginda Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

Selain itu, puasa Senin-Kamis dan puasa tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriah juga menjadi amalan sunnah yang dianjurkan.

Baca Juga: Kapan Sebenarnya Syawal 2026 Berakhir ? Ini Versi Kemenag dan Muhammadiyah

Hidupkan Salat Malam

Salat malam atau qiyamul lail tetap dianjurkan meskipun Ramadan telah usai. Ibadah ini menjadi salah satu cara menjaga kedekatan dengan Allah.

Baginda Rasul dawuh:

Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam lalu ia shalat dan membangunkan istrinya.” (HR Abu Dawud)

Sementara dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.” (QS Al-Isra: 79)

Jangan Remehkan Amal dan Dosa

Kebaikan sekecil apa pun memiliki nilai besar di sisi Allah, begitu juga dosa kecil yang dilakukan terus-menerus bisa menjadi besar.

Baca Juga: 3 Kriteria Ulama Sejati Menurut Gus Dhofir: Rabbani, Ahludz Dzikr, dan Berbasis Ilmu

Rasulullah SAW bersabda:

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (bersedekah) setengah biji kurma.” (HR Bukhari dan Muslim)

Beliau juga mengingatkan: “Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil.”  (HR Ath-Thabrani)

Baca Juga: Pahala Besar Dibalik Puasa Syawal dan Cara Menunaikannya Menurut Ulama

Istiqamah Kunci Utama

Konsistensi dalam beribadah menjadi hal terpenting setelah Ramadan. Tidak harus besar, yang penting rutin.

Rasulullah SAW bersabda:

Sebaik-baik amalan di sisi Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Allah SWT juga menegaskan dalam firman-Nya:

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan.” (QS Hud: 112)

Terus Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu agama menjadi bekal penting untuk menjaga kualitas ibadah dan keimanan.

Baca Juga: Seperti Apa Ya Lebaran Ala Rasulullah dan Para Sahabatnya?

Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)

Dengan ilmu, seseorang akan lebih memahami dan konsisten dalam menjalankan ajaran Islam.

Baca Juga: Kriteria Ulama Menurut Gus Dhofir: Bukan Sekadar Simbol Tapi Ilmu, Akhlak, dan Kasih Sayang

Manfaatkan Waktu Sebaik Mungkin

Kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan selagi masih ada waktu, kesehatan, dan usia.

Allah SWT berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan Kebajikan.” (QS Al-‘Asr: 1–3)

Dunia adalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat mempertanggungjawabkan semua perbuatan.

Semangat Ramadan seharusnya menjadi awal untuk terus memperbaiki diri. Dengan menjaga istiqamah, memperbanyak amal, dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, setiap Muslim dapat terus berada di jalan kebaikan sepanjang hidup. (*)

Editor : Miftahul Khair
#menjaga ibadah #Konsisten #ramadan #Istiqamah