PONTIANAK POST - Bulan Mei 2026 menjadi waktu yang penuh peluang ibadah bagi umat Islam.
Selain jadwal puasa sunah yang beragam, sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan keutamaan luar biasa dari amalan ini, mulai dari Ayyamul Bidh hingga puasa Arafah.
Memasuki bulan Mei 2026, umat Islam dapat melaksanakan berbagai puasa sunnah yang tersebar dari bulan Dzulqa’dah hingga awal Dzulhijjah 1447 H, yang termasuk dalam bulan-bulan mulia (Asyhurul Hurum).
Baca Juga: Bolehkah Puasa Qadha dan Syawal Digabung ? Ini Penjelasan UAS dan Buya Yahya
Jadwal Puasa Sunah Mei 2026
Puasa Sunah Sepanjang Bulan
- 1–17 Mei 2026 (12–29 Syawal 1447 H) Puasa Sunah Asyhurul Hurum (Dzulqa’dah)
- 18–26 Mei 2026 (1–9 Dzulhijjah 1447 H) Puasa Sunah Asyhurul Hurum (Dzulhijjah)
Jadwal Puasa Sunah Harian
- Jumat, 1 Mei 2026 (13 Dzulqa’dah 1447 H) – Ayyamul Bidh
- Sabtu, 2 Mei 2026 (14 Dzulqa’dah 1447 H) – Ayyamul Bidh
- Ahad, 3 Mei 2026 (15 Dzulqa’dah 1447 H) – Ayyamul Bidh
- Senin, 4 Mei 2026 (16 Dzulqa’dah 1447 H) – Puasa Senin
- Kamis, 7 Mei 2026 (19 Dzulqa’dah 1447 H) – Puasa Kamis
- Senin, 11 Mei 2026 (23 Dzulqa’dah 1447 H) – Puasa Senin
- Kamis, 14 Mei 2026 (26 Dzulqa’dah 1447 H) – Puasa Kamis
- Senin, 18 Mei 2026 (1 Dzulhijjah 1447 H) – Puasa Senin
- Kamis, 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 H) – Puasa Kamis
- Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 H) – Puasa Senin & Tarwiyah
- Selasa, 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H) – Puasa Arafah
- Ahad, 31 Mei 2026 (14 Dzulhijjah 1447 H) – Ayyamul Bidh
Baca Juga: Diundang Halalbihalal Saat Puasa Syawal, Batalkan atau Tetap Puasa?
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah memiliki keutamaan besar.
Dalam sebuah hadis disebutkan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (Ayyamul Bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR An-Nasa’i dengan sanad hasan).
Amalan ini dikenal sebagai puasa rutin yang pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Keutamaan Puasa di Bulan Mulia (Asyhurul Hurum)
Bulan Dzulqa’dah dan Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan mulia dalam Islam. Berpuasa di bulan ini sangat dianjurkan.
Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.” (HR Muslim).
Keutamaan Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin dan Kamis merupakan amalan yang rutin dilakukan Nabinda Rasulullah SAW.
Siti ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Nabi selalu menjaga puasa Senin dan Kamis.” (HR Tirmidzi dan Ahmad).
Baca Juga: Pahala Besar Dibalik Puasa Syawal dan Cara Menunaikannya Menurut Ulama
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda: “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa.” (HR Tirmidzi).
Selain itu, terdapat keutamaan lain: “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah akan diampuni, kecuali bagi orang yang bermusuhan.” (HR Muslim No. 4652).
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Menjelang Idul Adha, terdapat dua puasa yang sangat dianjurkan, yakni Tarwiyah dan Arafah.
Dalam hadis disebutkan: “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abu Syaikh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).
Baca Juga: 5 Cara Bakar Lemak ala Ade Rai, Dari Puasa hingga Kardio Perut Kosong
Puasa Arafah sendiri menjadi salah satu amalan paling utama di bulan Dzulhijjah, khususnya bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Dengan jadwal yang padat serta keutamaan yang besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis, puasa sunnah di bulan Mei 2026 menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Umat Islam dapat memilih dan menyesuaikan hari puasa sesuai kemampuan, sembari berharap meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT. (*)
Editor : Miftahul Khair