Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kerjakan Lima Sebelum Datang Lima, Inilah  Nasihat Islam yang Menggetarkan Hati

Silvina • Senin, 4 Mei 2026 | 14:21 WIB
Salat sebelum disalatkan termasuk lima perkara yang menjadi nasihat dalam Islam (DOC JAWA POS)
Salat sebelum disalatkan termasuk lima perkara yang menjadi nasihat dalam Islam (DOC JAWA POS)

 

Pontianak Post –Umat Islam diingatkan untuk memanfaatkan kesempatan hidup sebaik mungkin sebelum datang masa sulit yang dapat menghalangi ibadah dan amal saleh. Nasihat ini terangkum dalam hadis populer tentang “kerjakan lima sebelum datang lima” yang dikutip dari Rumaysho.Com.

Pesan tersebut menegaskan masa muda, sehat, kaya, waktu luang, dan hidup adalah nikmat besar yang sering terlupakan. Jika kesempatan itu disia-siakan, maka penyesalan bisa datang ketika semuanya telah berlalu.

Hadis tentang Lima Sebelum Datang Lima

Baca Juga: Kejari Sambas Gelar Bagi Takjil, Bukber, Hingga Tausiyah Agama

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

Hadis ini menjadi pengingat, kehidupan manusia penuh perubahan. Apa yang dimiliki hari ini belum tentu tetap ada esok hari.

Baca Juga: Wabup Mempawah Pimpin Tausiyah Ramadan, Ajak ASN Perbanyak Ibadah

Masa Muda Jangan Disia-siakan

 Masa muda merupakan waktu terbaik untuk beribadah, belajar, dan memperbaiki diri. Energi yang kuat dan semangat tinggi seharusnya digunakan untuk mendekat kepada Allah.

Jika di usia muda seseorang sudah malas beramal, maka ketika tua biasanya tenaga dan kesempatan semakin berkurang.

Baca Juga: Tausiyah Ramadan ASN Pemkab Mempawah, Bupati Erlina: Manfaatkan Waktu untuk Berbuat Kebaikan

Sehat adalah Nikmat Besar

Kesehatan sering baru terasa mahal saat seseorang jatuh sakit. Ketika badan masih kuat, seharusnya kesempatan itu dipakai untuk salat tepat waktu, menuntut ilmu, bekerja halal, dan berbuat baik.

Saat sakit datang, banyak aktivitas ibadah menjadi lebih berat dilakukan.

Baca Juga: Polwan Polda Kalbar Tebar Kebaikan, Bagikan Ratusan Paket Takjil di Masjid Mujahidin

Kaya dan Waktu Luang adalah Ujian

Harta bukan sekadar kenikmatan, tetapi juga ujian. Ketika diberi kelapangan rezeki, seorang muslim dianjurkan rajin bersedekah dan membantu sesama.

Begitu pula waktu luang. Banyak orang memiliki waktu senggang, tetapi justru dihabiskan untuk hal sia-sia. Padahal waktu luang bisa dipakai membaca Al-Qur’an, belajar agama, atau memperbanyak amal.

Baca Juga: MUI: Kebijakan Negara Demi Kemaslahatan Umat Patut Didukung

Hidup Sebelum Datang Kematian

Bagian terakhir dari nasihat ini adalah memanfaatkan hidup sebelum kematian datang. Sebab ketika ajal tiba, manusia tidak lagi bisa menambah amal.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10-11 ada manusia yang menyesal ketika kematian datang dan meminta waktu tambahan untuk bersedekah serta beramal saleh, namun permintaan itu tidak akan dikabulkan.

Baca Juga: Khatamul Quran Akbar di Mempawah Pererat Ukhuwah Islamiyah di Malam Ramadan

Jangan Menunggu Nanti

Pesan “kerjakan lima sebelum datang lima” menjadi pengingat agar tidak menunda taubat, ibadah, dan kebaikan. Jangan menunggu tua untuk rajin ibadah, jangan menunggu sakit untuk sadar sehat itu mahal, dan jangan menunggu ajal untuk menyesal.

Selama napas masih ada, kesempatan beramal masih terbuka. Karena itu, gunakan lima nikmat besar sebelum lima keadaan datang menghampiri.

 

Wallahua’lam bishawab

Editor : Silvina
#lima perkara #Islami #ibadah #nasihat #Kebaikan