PONTIANAK POST--Dilansir dari laman Muhammadiyah, syirik merupakan salah satu dosa besar yang tidak dapat diampuni apabila tidak disertai taubat sebelum meninggal dunia.
Syirik sangat dekat dengan kehidupan manusia karena berkaitan dengan hati, sehingga setiap orang berpotensi terjerumus ke dalamnya.
Secara bahasa, kata syirik (شِرْكٌ) berasal dari kata “syarika” (شَرِكَ) yang berarti berserikat, bersekutu, atau berkongsi. Dalam pengertian istilah, syirik dimaknai sebagai perbuatan menyekutukan Allah dengan sesuatu selain-Nya.
Baca Juga: Maknai Bulan Rajab, Alumni Ponpes Darut Tauhid Gelar Safari Dakwah di Kalbar
Makna Syirik dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur'an, kata syirik dengan berbagai bentuknya disebutkan ratusan kali dengan makna yang beragam sesuai konteks ayat.
Beberapa makna tersebut antara lain, persekutuan dalam kepemilikan, seperti dalam Surah An-Nisa ayat 12. Persekutuan dalam azab, sebagaimana dalam Surah Az-Zukhruf ayat 39. Persekutuan dalam ketuhanan, yaitu menyamakan Allah dengan makhluk-Nya, seperti dalam Surah Yusuf ayat 106 dan An-Nisa ayat 36
Makna terakhir inilah yang menjadi inti dari syirik dalam ajaran Islam, yaitu menyekutukan Allah dalam hal ketuhanan.
Jenis-Jenis Syirik
Menurut ulama seperti ar-Raghib al-Asfahani, syirik terbagi menjadi dua jenis utama:
Baca Juga: Keteladanan Ali bin Abi Thalib : "Singa Allah" yang Kaya Ilmu
1. Syirik Besar (Asy-Syirk al-Akbar)
Syirik besar adalah menyekutukan Allah dalam keyakinan, seperti meyakini adanya Tuhan selain Allah atau menyamakan makhluk dengan Allah dalam sifat ketuhanan.
2. Syirik Kecil (Asy-Syirk al-Ashgar)
Syirik kecil berkaitan dengan niat dalam beribadah, misalnya melakukan amal kebaikan untuk mendapatkan pujian manusia, bukan karena Allah.
Kedua jenis syirik ini hukumnya haram dan harus dihindari oleh setiap Muslim.
Ancaman Syirik dalam Islam
Allah menegaskan dosa syirik tidak akan diampuni jika tidak disertai taubat, sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nisa ayat 48.
Ayat tersebut menegaskan syirik merupakan dosa besar karena menyangkut prinsip utama dalam keimanan, yakni tauhid.
Baca Juga: Allah Tak Memerlukan Puasa yang Sekadar Lapar
Contoh Syirik dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam praktiknya, syirik bisa muncul dalam berbagai bentuk, baik yang disadari maupun tidak. Beberapa contoh yang masih ditemukan di masyarakat antara lain:
* Mempercayai benda tertentu memiliki kekuatan gaib
* Menggunakan jimat untuk perlindungan
* Melakukan ritual pemanggilan makhluk halus
* Mempercayai ramalan sebagai penentu nasib
Baca Juga: Di Mana Allah? Cara Menjawab Pertanyaan Anak dengan Bijak Menurut Grand Syekh Al-Azhar
Perilaku tersebut sering kali berbalut budaya, sehingga tanpa disadari dapat menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan syirik.
Pentingnya Menjaga Kemurnian Tauhid
Syirik menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk selalu menjaga kemurnian tauhid. Setiap amal ibadah hendaknya dilandasi niat yang tulus hanya kepada Allah.
Dengan memahami pengertian dan bentuk-bentuk syirik, diharapkan umat Muslim dapat lebih waspada dan terhindar dari perbuatan yang dapat merusak keimanan.
Wallahu a’lam bishawab.
Editor : Silvina