Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Apa Itu Syirik? Begini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Ajaran Islam

Silvina • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:03 WIB
Sesajen, salah satu contoh syirik (DOk JAWA POS)
Sesajen, salah satu contoh perbuatan syirik (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST--Dilansir dari laman Muhammadiyah, syirik merupakan salah satu dosa besar yang tidak dapat diampuni apabila tidak disertai taubat sebelum meninggal dunia. 

Syirik sangat dekat dengan kehidupan manusia karena berkaitan dengan hati, sehingga setiap orang berpotensi terjerumus ke dalamnya.

Secara bahasa, kata syirik (شِرْكٌ) berasal dari kata “syarika” (شَرِكَ) yang berarti berserikat, bersekutu, atau berkongsi. Dalam pengertian istilah, syirik dimaknai sebagai perbuatan menyekutukan Allah dengan sesuatu selain-Nya.

Baca Juga: Maknai Bulan Rajab, Alumni Ponpes Darut Tauhid Gelar Safari Dakwah di Kalbar

Makna Syirik dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur'an, kata syirik dengan berbagai bentuknya disebutkan ratusan kali dengan makna yang beragam sesuai konteks ayat.

Beberapa makna tersebut antara lain, persekutuan dalam kepemilikan, seperti dalam Surah An-Nisa ayat 12. Persekutuan dalam azab, sebagaimana dalam Surah Az-Zukhruf ayat 39. Persekutuan dalam ketuhanan, yaitu menyamakan Allah dengan makhluk-Nya, seperti dalam Surah Yusuf ayat 106 dan An-Nisa ayat 36

Baca Juga: Dari Tangisan di Kamar Hotel hingga Perasaan Dipegang Tuhan, Vidi Aldiano Cerita Perjalanan Spiritualnya

Makna terakhir inilah yang menjadi inti dari syirik dalam ajaran Islam, yaitu menyekutukan Allah dalam hal ketuhanan.

Jenis-Jenis Syirik

Menurut ulama seperti ar-Raghib al-Asfahani, syirik terbagi menjadi dua jenis utama:

Baca Juga: Keteladanan Ali bin Abi Thalib : "Singa Allah" yang Kaya Ilmu

1. Syirik Besar (Asy-Syirk al-Akbar)

Syirik besar adalah menyekutukan Allah dalam keyakinan, seperti meyakini adanya Tuhan selain Allah atau menyamakan makhluk dengan Allah dalam sifat ketuhanan.

2. Syirik Kecil (Asy-Syirk al-Ashgar)

Syirik kecil berkaitan dengan niat dalam beribadah, misalnya melakukan amal kebaikan untuk mendapatkan pujian manusia, bukan karena Allah.

Kedua jenis syirik ini hukumnya haram dan harus dihindari oleh setiap Muslim.

Baca Juga: Benarkah Membaca 'Allahu Akbar' dengan Hamzah Panjang, Bisa Batalkan Salat? Simak Penjelasan Lengkap Gus Baha

Ancaman Syirik dalam Islam

Allah menegaskan dosa syirik tidak akan diampuni jika tidak disertai taubat, sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nisa ayat 48.

Ayat tersebut menegaskan syirik merupakan dosa besar karena menyangkut prinsip utama dalam keimanan, yakni tauhid.

Baca Juga: Allah Tak Memerlukan Puasa yang Sekadar Lapar

Contoh Syirik dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam praktiknya, syirik bisa muncul dalam berbagai bentuk, baik yang disadari maupun tidak. Beberapa contoh yang masih ditemukan di masyarakat antara lain:

* Mempercayai benda tertentu memiliki kekuatan gaib

* Menggunakan jimat untuk perlindungan

* Melakukan ritual pemanggilan makhluk halus

* Mempercayai ramalan sebagai penentu nasib

Baca Juga: Di Mana Allah? Cara Menjawab Pertanyaan Anak dengan Bijak Menurut Grand Syekh Al-Azhar

Perilaku tersebut sering kali berbalut budaya, sehingga tanpa disadari dapat menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan syirik.

Pentingnya Menjaga Kemurnian Tauhid

Syirik menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk selalu menjaga kemurnian tauhid. Setiap amal ibadah hendaknya dilandasi niat yang tulus hanya kepada Allah.

Dengan memahami pengertian dan bentuk-bentuk syirik, diharapkan umat Muslim dapat lebih waspada dan terhindar dari perbuatan yang dapat merusak keimanan.

Wallahu a’lam bishawab.

Editor : Silvina
#Esa #Allah #Tuhan #islam #syirik