PONTIANAK POST - Memasuki bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, salah satunya puasa sunnah di 10 hari pertama.
Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah dari tanggal 1 hingga 9 lengkap dengan arti serta keutamaan yang disebutkan dalam hadis.
Puasa Sunah Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia.
Baca Juga: Jadwal Puasa Sunah Mei 2026 Lengkap: Ayyamul Bidh, Senin-Kamis, hingga Arafah, Jangan Terlewat!
Selain identik dengan pelaksanaan ibadah haji dan Iduladha, bulan ini juga dikenal sebagai salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) dalam kalender Hijriah, bersama Rajab, Dzulqa’dah, dan Muharram.
Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada awal bulan ini adalah puasa sunnah Dzulhijjah, terutama pada tanggal 1 hingga 9.
Setiap hari memiliki nilai keutamaan tersendiri, termasuk puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah).
Ini bacaan niat puasa Dzulhijjah yang dapat diamalkan:
Baca Juga: Bolehkah Puasa Qadha dan Syawal Digabung ? Ini Penjelasan UAS dan Buya Yahya
Niat Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
“Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an ada’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’ala.
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an ada’i arafata sunnatan lillâhi ta’ala.
“Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’ala.”
Baca Juga: Diundang Halalbihalal Saat Puasa Syawal, Batalkan atau Tetap Puasa?
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Keutamaan puasa di awal Dzulhijjah sangat besar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, disebutkan bahwa amalan di sepuluh hari pertama bulan ini memiliki keistimewaan luar biasa.
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, dan satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Tirmidzi).
Bahkan, dalam riwayat lain dijelaskan bahwa amal ibadah pada periode ini lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah, kecuali bagi mereka yang berangkat dengan jiwa dan harta lalu tidak kembali.
Dengan keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momentum Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah, dzikir, dan amal kebaikan lainnya.
Baca Juga: Pahala Besar Dibalik Puasa Syawal dan Cara Menunaikannya Menurut Ulama
Tulisan ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis sekaligus motivasi bagi umat Islam untuk menghidupkan hari-hari istimewa di bulan Dzulhijjah dengan amalan terbaik. (*)
Editor : Miftahul Khair