Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jangan Lewatkan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Ini Amalan Utama yang Dianjurkan

Silvina • Kamis, 21 Mei 2026 | 10:55 WIB

 

Ibadah haji merupakan satu amalan utama yang dianjurkan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. (DOK JAWA POS)
Ibadah haji merupakan satu amalan utama yang dianjurkan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST–Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan kurban, bulan ini juga termasuk bagian dari empat bulan haram atau bulan suci yang memiliki banyak keutamaan di sisi Allah Subhanahuwata’ala.

Dalam penjelasan yang dimuat di laman MUI , umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh selama bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama yang disebut sangat mulia.

Dzulhijjah Termasuk Bulan Haram yang Dimuliakan

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Lengkap dengan Arti serta Keutamaannya

Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan tentang empat bulan haram dalam Alquran melalui Surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah: 36)

Baca Juga: Belum Mampu Haji? Gus Baha Punya Amalan Sederhana agar Tetap Terhubung ke Tanah Suci

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam  menjelaskan empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal ibadah selama bulan-bulan tersebut.

Pahala Amal di Bulan Dzulhijjah Sangat Besar

Baca Juga: Tak Hanya Pahala Berlipat, Ini  Istimewa Lain Salat Berjamaah Menurut Hadis  

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menyebut Dzulhijjah sebagai salah satu bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang.

شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ، وَذُو الحَجَّةِ

"Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang, yaitu Ramadan dan Dzulhijjah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Ingin Pahala Maksimal Salat Jumat, Lakukan Amalan Ini Sesuai Sunnah Nabi

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan amal ibadah yang dilakukan selama bulan Dzulhijjah.

Tiga Amalan Utama di Bulan Dzulhijjah

1. Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah

Baca Juga: Jadwal Puasa Sunah Mei 2026 Lengkap: Ayyamul Bidh, Senin-Kamis, hingga Arafah, Jangan Terlewat!

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada awal Dzulhijjah adalah berpuasa.

Puasa dilakukan mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Adapun tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai Puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijjah disebut Puasa Arafah.

Keutamaan amal pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dijelaskan dalam hadis dari Ibnu Abbas RA:

Baca Juga: Ahsanu ‘Amalan: Ukuran Amal Terbaik dalam Perspektif Alquran

“Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah.”

Para sahabat bertanya, “Apakah lebih baik daripada jihad di jalan Allah?”

Rasulullah Shallallahu’alahiwassalam menjawab  amal pada hari-hari tersebut lebih utama dibanding jihad, kecuali jihad seseorang yang mengorbankan jiwa dan hartanya hingga syahid.

Baca Juga: Amalan Nabi Muhammad SAW di Bulan Syaban, Yuk Jemput Berkahnya

 2. Ibadah Kurban sebagai Bentuk Ketakwaan

Ibadah kurban dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Iduladha.Kurban mengingatkan umat Islam pada kisah ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah Subhanahuwata’ala.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar: 2)

Baca Juga: Kisah Haru Pemulung Kumpulkan Uang Kurban Meski Hidup Serba Kekurangan

Selain itu, Allah SWT juga menjelaskan syariat kurban dalam Surah Al-Hajj ayat 36 : “Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan kurban agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan-Nya.”

Rasulullah SAW bahkan memberikan peringatan bagi orang yang mampu tetapi tidak berkurban.

“Barangsiapa mempunyai kemampuan tetapi tidak berkurban, maka janganlah mendekati tempat salat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Baca Juga: Benarkah Kurban Sudah Ada Sejak Anak Nabi Adam? Begini Kisahnya

3. Haji Jadi Ibadah Puncak di Bulan Dzulhijjah

Selain puasa dan kurban, ibadah haji menjadi amalan utama yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah.

Allah Subhanahuwata'ala berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 27:

Baca Juga: Cerita Inspiratif Jamaah Haji 2026, Ada yang Daftar Sejak Usia Satu Tahun

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu.” (QS Al-Hajj: 27)

Ibadah haji menjadi penyempurna rukun Islam bagi umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.

Baca Juga: Calon Haji Diminta Waspada Heat Stroke, Dokter Sebut Gejalanya Bisa Fatal

Momentum Memperbanyak Amal Saleh

Bulan Dzulhijjah bukan sekadar momentum menyambut Iduladha, tetapi juga kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah Subhanahuwata’ala.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga berkurban bagi yang mampu.

Baca Juga: Jangan Sampai Kena Dam, Pahami Enam Kewajiban Haji Ini

Karena itu, datangnya Dzulhijjah hendaknya disambut dengan semangat memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi keberkahan bulan mulia tersebut.

Wallahua'lam bishwab 

Editor : Silvina
#bulan dzulhijjah #10 pertama duzlhijjah #ibadah #MUI #kurban