PONTIANAK POST – Bersalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan ibadah agung yang mendatangkan pahala berlipat ganda sekaligus bukti cinta seorang hamba kepada rasulnya. Meskipun amalan ini baik dilakukan kapan saja, terdapat momen-momen tertentu yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan khusus yang lebih besar.
Melansir penjelasan Sholahuddin Abdul Rahman, Lc di laman almanhaj, berikut adalah lima waktu yang disunnahkan untuk membaca salawat dan salam:
1. Sebelum Memulai Doa kepada Allah
Baca Juga: Rahasia di Balik Perintah Membaca Salawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam
Membaca salawat merupakan adab krusial dalam berdoa agar ibadah tersebut tidak terhambat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menegur seseorang yang langsung berdoa tanpa bershalawat dengan bersabda
“Orang ini tergesa-gesa.” Beliau lalu menasihati, “Bila salah seorang di antara kalian salat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersalawat untuk nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Bahkan, dalam hadis riwayat Thabarani ditegaskan doa akan terhalangi hingga orang tersebut bersalawat. Ibnu ‘Atha mengilustrasikan salawat sebagai "sayap" yang menerbangkan doa menuju langit.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Ibu Rina, Berawal dari Istighfar hingga Terhindar dari Operasi
2. Ketika Menyebut, Mendengar, dan Menulis Nama Beliau
Umat Muslim dituntut untuk peka dan tidak abai saat nama agung Rasulullah dikumandangkan atau ditulis. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan peringatan keras melalui sabdanya, “Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.” (HR. Tirmidzi dan Hakim).
3. Memperbanyak Salawat Sepanjang Hari Jumat
Baca Juga: Ini Bacaan Sayyidul Istighfar, Lengkap dengan Arti dan Maknanya
Hari Jumat memegang kedudukan yang sangat istimewa di antara hari-hari lainnya, sehingga memperbanyak shalawat di hari ini menjadi sangat afdal. Dari ‘Aus bin ‘Aus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara hari-hari yang paling afdhal adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat untukku pada hari itu, karena shalawat kalian akan sampai kepadaku” (HR. Abu Daud).
4. Saat Menulis Surat Setelah Kalimat Basmalah
Tradisi menyisipkan salawat setelah membaca Basmalah dalam korespondensi atau penulisan buku telah mengakar kuat di kalangan umat Islam. Al-Qodhi ‘Iyadh menyatakan bahwa momen ini adalah saat tepat yang disepakati umat sejak masa kekhalifahan Bani Hasyim (Daulah Abbasiyah) tanpa ada penentangan, bahkan banyak ulama yang turut menutup buku mereka dengan kalimat shalawat.
Baca Juga: Sayyidul Istighfar, Bacaan Istimewa yang Mengantarkan ke Surga
5. Ketika Melangkah Masuk dan Keluar Masjid
Masjid sebagai rumah ibadah juga menjadi tempat yang penuh keberkahan untuk merutinkan amalan ini. Berdasarkan hadis dari Fatimah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah mengajarkan doa masuk masjid yang diawali dengan kalimat, “Dengan nama Allah, salam untuk Rasulullah, ya Allah shalawatlah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, ampunilah kami dan mudahkanlah bagi kami pintu-pintu rahmat-Mu.”
Sementara saat keluar masjid, kalimat akhir doa tersebut diganti menjadi permohonan kemudahan pintu-pintu karunia-Nya (HR. Ibnu Majah). Semoga dengan mengetahui momen-momen mustajab ini, kita bisa lebih istikamah dalam mengamalkan shalawat demi meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina