PONTIANAK POST – Salat bukan hanya menjadi kewajiban bagi setiap muslim, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap akhlak dan perilaku seseorang. Jika dikerjakan dengan benar dan penuh kekhusyukan, salat akan menjadi benteng yang melindungi pelakunya dari berbagai bentuk keburukan.
Hal itu dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah yang diunggah melalui kanal YouTube @KusumaWijaya02. Menurutnya, Alquran telah menegaskan salat yang benar akan memberikan dampak nyata bagi kehidupan seorang muslim.
Salat Menjadi Pelindung dari Segala Keburukan
Baca Juga: Sulit Bangun Salat Tahajud? Ini 4 Tips Ulama yang Bisa Dicoba
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan ketika hubungan seorang hamba dengan Allah terjalin dengan baik melalui salat yang benar, maka ibadah tersebut akan memberikan pengaruh kepada seluruh anggota tubuhnya.
"Kalau salat itu benar dikerjakan, koneksinya bagus terhadap Allah, maka salat akan memberikan pengaruh kepada pelakunya dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk mencegah dia dari semua jenis sumber keburukan," jelasnya.
Penjelasan tersebut sejalan dengan firman Allah Subhanahuwata’ala dalam Surah Al-Ankabut ayat 45 yang menyebutkan salat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Baca Juga: Tak Sempat Salat Tahajud Karena Ketiduran atau Sakit? Begini Cara Mengqadhanya Sesuai Hadis
Dua Sumber Keburukan yang Dijelaskan Alquran
Menurut Ustaz Adi Hidayat, Alquran menyebutkan ada dua sumber utama keburukan yang dapat dijauhkan melalui salat yang benar, yaitu fahsya dan mungkar.
1. Fahsya, Keburukan yang Bersumber dari Syahwat
Baca Juga: Cara Mengerjakan Salat Tahajud Sesuai Sunnah, Lengkap Tata Cara 3 hingga 11 Rakaat
Fahsya adalah segala bentuk keburukan yang lahir dari dorongan hawa nafsu atau syahwat.
Ia mencontohkan berbagai bentuk fahsya yang banyak ditemui pada era digital saat ini, seperti zina, pornografi, pornoaksi, LGBT, ucapan kotor, hingga berbagai konten tidak pantas yang mudah muncul ketika seseorang membuka telepon genggam.
Menurutnya, seseorang yang benar dalam menjaga kualitas salatnya akan memiliki benteng yang membuat dirinya enggan mendekati berbagai bentuk kemaksiatan tersebut.
Baca Juga: Berapa Jumlah Rakaat Salat Tahajud yang Benar? Ini Penjelasan Hadis dan Pendapat Ulama
"Kalau benar salatnya, dia tidak akan bersentuhan dengan hal-hal seperti itu," ujarnya.
Salat Menjaga Mata, Telinga, hingga Langkah Kaki
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat mengatakan orang yang menjaga salat dengan benar akan memiliki ciri khas yang tampak dalam perilakunya.
Matanya akan lebih mudah menjaga pandangan dari sesuatu yang diharamkan. Pendengarannya menjadi lebih peka terhadap hal-hal yang baik dan cenderung menjauhi perkataan yang tidak bermanfaat maupun tidak pantas.
Baca Juga: Jam Berapa Waktu Terbaik Salat Tahajud ? Begini Cara Menghitung Sepertiga Malam Terakhir
Bahkan, menurutnya, pengaruh salat akan terlihat hingga langkah kaki seseorang yang diarahkan kepada aktivitas-aktivitas yang diridhai Allah Subhanahuwata’ala.
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk terus membiasakan salat dengan benar, termasuk melaksanakan salat berjamaah di masjid bagi laki-laki yang mampu.
Mungkar Berasal dari Akal dan Perut
Baca Juga: Waktu Terbaik Salat Tahajud Ada di Sepertiga Malam Terakhir, Begini Penjelasannya
Selain fahsya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan adanya keburukan kedua yang disebut mungkar.Mungkar merupakan berbagai perbuatan buruk yang lahir dari penyalahgunaan akal maupun dorongan kepentingan duniawi.
Contohnya antara lain mencuri, menyebarkan hoaks, memfitnah, menuduh tanpa bukti, korupsi, merampok hingga membunuh.
Menurutnya, hati seorang mukmin akan mengingkari perbuatan-perbuatan tersebut apabila kualitas salatnya benar-benar terjaga.
Baca Juga: Rajin Salat Tahajud, Ini Empat Kemuliaan yang Dijanjikan Allah Menurut Ustaz Adi Hidayat
"Orang yang benar salatnya mustahil dengan sengaja melakukan hal-hal demikian karena salat menjadi pengingat yang terus hidup di dalam dirinya," jelasnya.
Salat Menjadi Pendidikan Akhlak Sejak Dini
Dalam ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat juga mengungkapkan alasan mengapa salat menjadi ibadah pertama yang diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, tujuan utama pendidikan salat bukan sekadar agar anak mampu melaksanakan gerakan ibadah, melainkan agar salat membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian yang baik hingga dewasa.
Baca Juga: Berapa Jumlah Salat Sunnah Rawatib yang Dianjurkan? Simak Penjelasannya Berdasarkan Hadis
Karena itu, menjaga kualitas salat tidak hanya menjadi kewajiban pribadi, tetapi juga menjadi investasi pendidikan agar lahir generasi yang berakhlak mulia dan terhindar dari berbagai bentuk kemaksiatan.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina