PONTIANAK POST--Tidak semua balasan atas dosa harus menunggu hari kiamat. Terdapat dua dosa yang balasan atau siksanya dapat disegerakan Allah Subhanahuwata’ala ketika pelakunya masih hidup di dunia.
Demikian disampaikan Ustaz Hilman Fauzi dalam kajiannya yang diunggah YouTube Shorts di kanal YusufValentino-w2u. Menurut Ustaz Hilman Fauzi, peringatan ini menjadi pengingat bagi setiap muslim agar lebih berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan orang tua maupun sesama manusia.
Durhaka kepada Orang Tua Menjadi Dosa yang Berat
Baca Juga: Membaca Yasin di Malam Jumat, Benarkah Diampuni Dosa? Simak Kajian Muhammadiyah
Ustaz Hilman Fauzi menyebutkan dosa pertama yang balasannya dapat disegerakan adalah durhaka kepada kedua orang tua.
Dalam ajaran Islam, seorang anak diperintahkan untuk berbakti dan menghormati ayah serta ibu. Bahkan, mengucapkan kata "ah" sebagai bentuk kekesalan kepada orang tua pun telah dilarang dalam Alquran.
Karena itu, membentak, melawan, memarahi, hingga menghina orang tua merupakan perbuatan yang harus dijauhi.
Baca Juga: Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa Dua Tahun, Begini Cara Memahaminya
Menurut Ustaz Hilman Fauzi, orang yang merendahkan dan menghinakan orang tuanya ketika hidup di dunia tidak perlu heran apabila kehidupannya dipenuhi kehinaan.
Sebaliknya, siapa pun yang memuliakan kedua orang tuanya, Allah Subhanahuwata’ala mengangkat derajat dan memuliakan kehidupannya.
"Muliakan orang tuamu, maka Allah akan memuliakan hidupmu. Bahagiakan kedua orang tuamu, maka Allah akan membahagiakan hidupmu," ujar Ustaz Hilman Fauzi dalam kajiannya.
Baca Juga: Waspada Syirik, Dosa Besar Paling Besar yang Menghapus Amal
Menzalimi Orang Lain Juga Mendatangkan Balasan
Dosa kedua yang dijelaskan Ustaz Hilman Fauzi adalah menzalimi sesama manusia. Kezaliman dapat berupa menyakiti hati orang lain, mengambil hak mereka, berbuat tidak adil, memfitnah, ataupun melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Ia mengingatkan agar setiap persoalan dengan sesama segera diselesaikan sebelum menjadi beban di hadapan Allah Subhanahuwata’ala.
Baca Juga: Ustadz Syafiq Riza Basalamah Sebut Dosa Meninggalkan Salat Lebih Berat dari Zina
Belajar Meminta Maaf dan Memaafkan
Menurut Ustaz Hilman Fauzi, setiap orang tentu pernah berbuat salah. Karena itu, sikap terbaik adalah berani meminta maaf ketika telah menyakiti orang lain.
Sebaliknya, jika menjadi pihak yang disakiti, seorang muslim dianjurkan untuk belajar memaafkan dengan ikhlas.
Sikap saling memaafkan bukan hanya memperbaiki hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi jalan untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah Subhanahuwata’ala.
Baca Juga: Dosa Pembesar Negeri Menyengsarakan Rakyat Kecil
Menjaga Hubungan dengan Allah dan Sesama
Dalam Islam, hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas memiliki kedudukan yang sangat penting. Ibadah yang dilakukan seseorang akan semakin sempurna apabila disertai akhlak yang baik kepada orang lain.
Karena itu, Ustaz Hilman Fauzi mengajak umat Islam untuk tidak meremehkan dosa yang berkaitan dengan hak orang lain maupun hak kedua orang tua.
Baca Juga: Jangan Sakiti Ibu, Kisah Alqamah Ini Jadi Pelajaran Bagi Umat Muslim
Semakin seseorang menjaga lisan, sikap, dan perilakunya terhadap orang tua serta sesama, semakin besar pula peluang mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina