PONTIANAK POST – Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu perintah yang sangat ditekankan dalam Islam. Sebaliknya, durhaka kepada ayah dan ibu termasuk dosa besar yang dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat.
Pendakwah kharismatik Ustaz Buya Yahya mengingatkan agar setiap anak selalu menjaga sikap kepada orang tuanya. Menurutnya, seseorang yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup perlu melakukan introspeksi, termasuk memperbaiki hubungannya dengan ayah dan ibu.
"Kalau kita punya masalah, koreksi urusan kita dengan orang tua kita. Hati-hati, jangan bikin masalah dengan orang tua," ujar Buya Yahya dalam tayangan yang diunggah kanal YouTube Shorts @Bunda_santi124.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Qadha dan Syawal Digabung ? Ini Penjelasan UAS dan Buya Yahya
Durhaka Bisa Menjadi Sebab Datangnya Berbagai Ujian
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan durhaka kepada orang tua dapat menjadi sebab datangnya berbagai ujian hidup. Ia menyebutkan bentuk ujian tersebut bisa beragam, termasuk tekanan batin yang berat.
Menurutnya, sebagian orang dahulu menyebut durhaka dapat berujung pada gangguan kejiwaan. Dalam konteks saat ini, hal itu dapat dipahami sebagai berbagai persoalan psikologis yang membuat seseorang kehilangan ketenangan hidup.
Baca Juga: Ini Pesan Buya Yahya dalam Menyikapi Kasus Asusila Tokoh Agama
"Kalau biasa durhaka kepada orang tua diuji dengan penyakit gila. Mungkin bahasa sekarang lebih halus, depresi. Bisa saja ke sana," tutur Buya Yahya.
Ia menegaskan pernyataan tersebut merupakan pengingat agar setiap muslim tidak meremehkan hak-hak orang tua.
Jangan Pernah Menyakiti Hati Orang Tua
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Tanda Ahli Surga Sejak Hidup di Dunia, Bukan Hanya Rajin Beribadah
Buya Yahya juga mengingatkan seorang anak hendaknya tidak menyakiti hati orang tua, baik melalui ucapan maupun perbuatan.
Meskipun dalam kondisi tertentu orang tua sedang marah, anak tetap diperintahkan untuk menjaga adab dan tidak membalas dengan sikap kasar.
"Biarpun orang tua mungkin marah kepada kita, menghindarlah kalau memang suasananya panas. Tapi jangan melawan dan jangan berubah menjadi kurang ajar kepada orang tua," katanya.
Baca Juga: Salat Fardhu Jadi Penentu Amal Akhirat, Ini Penjelasannya Menurut UAH
Menurut Buya Yahya, ujian terbesar justru terjadi ketika orang tua sebenarnya telah bersikap baik, tetapi anak masih memperlakukan mereka dengan buruk.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tanda yang patut diwaspadai karena dapat mengundang kesengsaraan dalam kehidupan seseorang.
Sahabat Nabi Menghindari Orang yang Durhaka
Baca Juga: Ustaz Das'ad Latif Sebut Istri Durhaka Termasuk Golongan yang Amal Ibadahnya Tidak Diterima
Dalam ceramahnya, Buya Yahya turut mengisahkan para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam sangat berhati-hati terhadap perilaku durhaka kepada orang tua.
"Dulu sahabat Nabi paling menghindari berkawan dengan orang yang durhaka kepada orang tua karena takut ada azab yang diturunkan," ujarnya.
Melalui kisah tersebut, Buya Yahya ingin menegaskan durhaka bukan sekadar persoalan hubungan dalam keluarga. Tetapi juga berkaitan dengan dosa yang memiliki konsekuensi besar di sisi Allah Subhanahuwata’ala.
Baca Juga: Jangan Asal Membaca, Ini Adab Membaca Alquran Sesuai Tuntunan Islam
Segera Bertobat dan Minta Maaf kepada Orang Tua
Buya Yahya mengajak setiap anak yang pernah menyakiti hati orang tuanya agar segera bertobat dan meminta maaf selagi kesempatan masih ada.
Ia mengingatkan ucapan yang kasar, membantah nasihat, atau membuat orang tua bersedih merupakan perbuatan yang harus dihentikan.
Baca Juga: Jangan Sakiti Ibu, Kisah Alqamah Ini Jadi Pelajaran Bagi Umat Muslim
"Wahai anak-anak semuanya yang pernah menyakiti orang tua dengan lisan maupun perilaku, berhentilah. Orang tua itu luar biasa kedudukannya," pesan Buya Yahya.
Ia menambahkan, berbakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk memperoleh keberkahan hidup. Karena itu, setiap muslim hendaknya menjaga tutur kata, menghormati ayah dan ibu, serta menghindari segala bentuk perbuatan yang dapat melukai hati mereka. Dengan berbakti kepada orang tua, seorang anak diharapkan memperoleh rida Allah Subhanahuwata’ala dan kehidupan yang lebih penuh keberkahan.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina