Menanggapi hal tersebut, Ani Sofian menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki akun Facebook.
Satu-satunya akun media sosial yang dimiliki dan dikelolanya hanya akun Instagram dengan nama @drs_anisofian_mm.
Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menerima undangan pertemanan dari akun Facebook yang menggunakan namanya.
Baca Juga: CEK FAKTA: [Prebunking] Hal yang Dilakukan Agar Tidak Terjebak Konten Hoaks di Tahun Politik
"Saya ingin memberikan klarifikasi bahwa saya tidak memiliki akun Facebook pribadi. Namun, saya aktif menggunakan akun Instagram dengan nama pengguna drs_anisofian_mm untuk berbagi informasi resmi terkait tugas dan tanggung jawab saya sebagai pejabat publik," tegasnya, saat ditemui Pontianak Post pada Kamis (9/5).
Ani Sofian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang tersebar melalui akun palsu yang mengatasnamakan dirinya.
Dia menegaskan pentingnya untuk selalu memverifikasi sumber informasi yang beredar di media sosial.
“Apabila ada akun media sosial (medsos) yang mengatasnamakan saya, saya minta masyarakat untuk tidak mudah percaya. Apalagi pembuat akun itu punya maksud tertentu, misalnya menawarkan bantuan sosial dan lainnya,” ucapnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: [Hoaks] Bantuan 50 Juta dari Jokowi
Maraknya penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik atau figur publik dengan menggunakan akun medsos patut diwaspadai.
Sebab, kata dia, sudah banyak masyarakat yang menjadi korban dari penipuan bermodus akun medsos.
“Saya harap masyarakat cerdas dalam memilah informasi, apalagi kemajuan teknologi sekarang begitu pesat,” katanya.
Agar korban penipuan dengan modus akun medsos palsu tidak terjadi lagi, ia meminta masyarakat yang meragukan kebenaran sebuah akun medsos untuk mengkonfirmasi langsung ke orang yang bersangkutan atau melalui instansi dan lembaga tempat orang itu bekerja.
“Jadi, jika ada akun medsos atau nomor telepon yang mengatasnamakan seorang pejabat publik atau publik figur, hendaknya konfirmasi dahulu kebenarannya,” pungkas dia. (iza)
Editor : Syahriani Siregar