PONTIANAK POST - Pemerintah tengah mematangkan peluncuran program Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025–2026.
Program ini ditujukan untuk memberikan pendidikan gratis dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sekolah Rakyat akan tersedia untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan kurikulum yang mengikuti standar pendidikan nasional.
Selain pelajaran akademik, sekolah ini juga akan menitikberatkan pada penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, serta pengembangan keterampilan praktis.
Di tengah antusiasme terhadap program ini, beredar informasi pendaftaran guru Sekolah Rakyat di media sosial.
Salah satu unggahan viral berasal dari akun Facebook “Yosi Arsyani” pada Selasa (22/4/2025), yang membagikan tautan disertai narasi berikut ini:
“Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2025 Resmi Dibuka! Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Sekolah untuk Rakyat, sebuah program pendidikan khusus yang tidak hanya bertujuan memberikan akses belajar yang lebih luas tetapi juga mengajak masyarakat, khususnya para pendidik, untuk berperan aktif. proses rekrutmen untuk tenaga pengajar Guru Sekolah Rakyat resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi para guru berdedikasi untuk mengabdikan diri dan membawa perubahan positif.”
Postingan ini telah disukai oleh hampir 2.000 pengguna dan menuai 67 komentar hingga Rabu (14/5/2025).
Penelusuran Pontianak Post
Disadur dari laman cekfakta.com, tautan yang beredar di media sosial bukan berasal dari situs resmi Kemensos maupun instansi pemerintah lainnya.
Tautan tersebut malah meminta pengguna untuk mengirimkan nomor Telegram, yang tentu patut diwaspadai.
Penelusuran juga dilakukan terhadap akun media sosial resmi milik Kemensos, termasuk Instagram. Hasilnya, tidak ditemukan tautan pendaftaran guru Sekolah Rakyat seperti yang diklaim dalam unggahan viral tersebut.
Sementara itu, poster bergambar pria dan wanita berseragam guru yang turut disematkan dalam unggahan tersebut diketahui berasal dari akun Instagram “nyalanesia” berikut ini. Poster tersebut tidak berkaitan dengan perekrutan guru Sekolah Rakyat, melainkan bagian dari kegiatan rekrutmen relawan literasi daerah.
Melalui informasi resmi yang tersedia di situs Kemensos, proses seleksi calon peserta didik dan guru Sekolah Rakyat dijadwalkan dimulai pada April 2025.
Salah satu tautan resmi untuk mendaftar sebagai tenaga pengajar dapat diakses melalui: https://bit.ly/GuruSekolahRakyat.
Tautan tersebut merujuk pada rekrutmen guru Sekolah Rakyat di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kesimpulan
Unggahan berisi tautan “pendaftaran guru Sekolah Rakyat” merupakan konten palsu atau hoaks. (mif)
Editor : Miftahul Khair