"Di medsos, kami melihat terduga pelaku dipasang foto dengan baju kebesaran partai Demokrat. Makanya hari ini, saya klarifikasi dan membantah keras bahwa oknum tersebut adalah pengurus partai atau kader partai Demokrat di Kalbar," ucapnya baru baru ini.
Menurut Ermin, dari awal mengurus Partai Demokrat, tahun 2012 silam sampai sekarang menjadi Ketua Demokrat Kalbar, dirinya tidak pernah kenal dengan terduga pelaku atau yang heboh diberitakan beberapa hari belakangan sebagai predator seks ini.
"Jujur yang saya bingungkan, kenapa di medsos Instagram terduga pelaku dipasang foto memakai seragam kebesaran Partai Demokrat dan menjadi viral. Kami (Demokrat) bantah dan klarifikasi hari ini, bahwa yang bersangkutan bukan tercatat sebagai kader dan pengurus partai, sejak saya memimpin dari dulu sampai sekarang," ucap Ermin.
Sebagai ketua Demokrat Kalbar, Ermin meminta proses hukum dijalankan dan ditegakkan sebenar-benarnya. "Saya dukung penuh proses hukum setegas-tegasnya ditangan aparat penegak hukum. Apalagi sampai menyakiti perempuan diduga masih berstatus sekolah atau bawah umur," ucap dia.
Di sisi lain sebagai gender wanita, Ermin juga merasa tersakiti melihat perempuan diperlakukan sangat tidak adil tersebut. Dia pun berharap prosesnya tetap berjalan dan diupdate di media oleh aparat penegak hukum.
"Ini sebagai pembelajaran dan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak hak perempuan," pungkasnya. (den) Editor : Administrator