Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pontianak Jadi Pionir QRIS Dinamis untuk Pajak Daerah, Bank Indonesia Dorong Replikasi ke Seluruh Kalbar

Aristono Edi Kiswantoro • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 09:12 WIB
Peluncuran penerapan QRIS Dinamis di aplikasi E-PONTI, sebagai inovasi pembayaran pajak daerah secara non-tunai.
Peluncuran penerapan QRIS Dinamis di aplikasi E-PONTI, sebagai inovasi pembayaran pajak daerah secara non-tunai.

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Pontianak mencatat sejarah baru di Kalimantan Barat dengan menjadi daerah pertama yang menerapkan QRIS Dinamis untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Inovasi ini diintegrasikan melalui aplikasi Elektronifikasi Pendapatan Online Terintegrasi (E-PONTI), platform digital yang dirancang untuk mentransformasi seluruh penerimaan pajak daerah ke kanal pembayaran non-tunai.

Melalui sistem ini, masyarakat kini dapat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara praktis hanya dengan menginput Nomor Objek Pajak (NOP) di laman eponti.pontianak.go.id.

Pengguna kemudian menyelesaikan transaksi via mobile banking atau dompet digital menggunakan QRIS Dinamis yang terhubung langsung dengan database pemerintah kota.

Langkah strategis ini lahir setelah Bank Indonesia memberikan izin implementasi Open API QRIS Merchant Presented Mode (MPM) berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat pada 30 Juli 2025.

“Penerapan QRIS Dinamis di Pontianak kami harapkan menjadi success story dan rujukan bagi kabupaten/kota lain di Kalbar," ujar Doni Septadijaya selalu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat.

"Replikasi dapat dilakukan melalui integrasi dengan website atau aplikasi pajak daerah, bekerja sama dengan BPD Kalbar sebagai Bank RKUD,” tegas dia.

Bagi Pemkot Pontianak, manfaatnya tidak sebatas kemudahan transaksi.

Digitalisasi ini diyakini bakal memperluas akses masyarakat, meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat transparansi data, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bank Indonesia, kata dia, memastikan akan terus mendampingi pemerintah daerah lain di Kalimantan Barat untuk memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui pemanfaatan QRIS Dinamis. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#bank indonesia #non tunai #pontianak #QRIS