PONTIANAK POST - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp2,30 triliun kepada 17.443 debitur hanya dalam dua bulan pertama 2026. Realisasi tersebut setara 28,75 persen dari target penyaluran KPP tahun ini yang dipatok Rp8 triliun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan percepatan penyaluran kredit program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat.
“Target penyaluran KPP sebesar Rp8 triliun pada tahun 2026 didukung oleh kekuatan fundamental BRI, mulai dari basis nasabah yang besar hingga jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia. Dengan demikian, pembiayaan sektor perumahan, termasuk bagi pelaku UMKM di rantai pasok konstruksi, dapat tersalurkan secara lebih merata dan efektif,” ujar Hery dalam siaran persnya, Selasa pagi.
Capaian tersebut menempatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank dengan penyaluran KPP terbesar secara nasional, dengan kontribusi sekitar 52,2 persen dari total penyaluran program tersebut.
Menurut Hery, pembiayaan sektor perumahan tidak hanya difokuskan pada kepemilikan rumah bagi masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan sektor produksi yang terlibat dalam pembangunan perumahan. Dukungan pembiayaan juga menyasar pelaku usaha bahan bangunan, kontraktor skala kecil, hingga distributor di daerah.
“Dengan dukungan tersebut, sektor perumahan diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya ungkit ekonomi di daerah,” katanya.
Apresiasi terhadap kinerja BRI juga disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Ia menilai peran BRI sangat strategis dalam mendukung pembiayaan perumahan rakyat.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI atas komitmennya dalam memastikan KUR Perumahan terserap dengan sangat baik. Hingga saat ini, BRI merupakan bank penyalur terbesar KUR Perumahan. Peran dan dukungan BRI tentu sangat strategis dalam memperkuat program perumahan rakyat,” ujar Maruarar.
Sebagai informasi, Kredit Program Perumahan merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja yang mendapatkan subsidi pemerintah. Skema ini dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi di sektor bahan bangunan dan konstruksi, sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. (mse)
Editor : Hanif