Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Infrastruktur Energi Kalbar Masih Terbatas, Hanya Miliki 151 SPBU dan 4.280 Pangkalan LPG

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 9 April 2026 | 17:16 WIB
Antrean kendataan di salah satu SPBU Kabupaten Bengkayang.
Antrean kendataan di salah satu SPBU Kabupaten Bengkayang.

 

 

PONTIANAK POST -  Ketersediaan infrastruktur energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan bahan bakar bagi masyarakat.

Di Kalimantan Barat, distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG ditopang oleh jaringan fasilitas yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari terminal penyimpanan hingga jaringan distribusi di tingkat masyarakat.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, infrastruktur energi di provinsi ini masih bergantung pada sejumlah fasilitas utama.

Infografis: Infrastruktur Energi di Kalimantan Barat

Jenis Infrastruktur Jumlah Fungsi
SPBU 151 unit Penyaluran BBM ke masyarakat
Agen LPG 3 Kg 116 unit Distribusi LPG bersubsidi
Pangkalan LPG 3 Kg 4.280 unit Penjualan LPG di tingkat masyarakat
Integrated Terminal 1 unit Penyimpanan dan distribusi utama energi
Fuel Terminal 2 unit Penyaluran BBM ke wilayah daerah

 

Infografis: Kapasitas Penyimpanan Energi Regional Kalimantan

Jenis Energi Kapasitas
BBM 526.479 kiloliter
LPG 7.720 metrik ton

 

Infografis: Armada Distribusi Energi

Jenis Armada Jumlah Keterangan
Mobil Tangki BBM 739 unit Distribusi BBM ke SPBU
Skid Tank LPG 104 unit Distribusi LPG ke agen dan pangkalan

 

"Kita harus memastikan masyarakat itu mendapatkan pelayanan yang terbaik dan solusi yang cepat", jelas Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, melakukan monitoring langsung ke Integrated Terminal Pontianak, Kalimantan Barat belum lama ini.

Pasokan BBM dan LPG antara lain didukung oleh Integrated Terminal Pontianak, Fuel Terminal Sintang, dan Fuel Terminal Ketapang yang menjadi simpul utama penyimpanan serta penyaluran energi di wilayah tersebut.

Selain itu, jaringan distribusi energi juga didukung oleh 151 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Jumlah tersebut menjadi tulang punggung distribusi BBM bagi masyarakat maupun sektor usaha.

Sementara untuk LPG bersubsidi, jaringan distribusinya terdiri dari 116 agen LPG tabung 3 kilogram serta 4.280 pangkalan LPG yang melayani kebutuhan masyarakat di tingkat kecamatan hingga desa.

Infrastruktur tersebut terhubung dengan sistem penyimpanan energi regional Kalimantan yang memiliki kapasitas cukup besar. Total kapasitas penyimpanan BBM di wilayah ini mencapai sekitar 526.479 kiloliter, sementara kapasitas penyimpanan LPG mencapai sekitar 7.720 metrik ton.

Selain fasilitas penyimpanan dan jaringan distribusi, proses penyaluran energi juga didukung armada transportasi khusus. Secara keseluruhan, distribusi BBM dan LPG di wilayah Kalimantan dilayani sekitar 739 unit mobil tangki BBM serta 104 unit skid tank LPG yang berfungsi mempercepat pengiriman energi ke berbagai daerah.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari sistem ketahanan energi di Kalimantan Barat yang memiliki wilayah luas serta tantangan geografis yang cukup kompleks, seperti jarak antarwilayah yang jauh hingga akses transportasi yang terbatas di beberapa daerah.

Dengan dukungan jaringan terminal, SPBU, agen, pangkalan LPG, serta armada distribusi, pemerintah berharap kebutuhan energi masyarakat di Kalimantan Barat dapat terus terlayani secara optimal.

Meski demikian, penguatan infrastruktur distribusi energi dinilai tetap diperlukan, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki kondisi geografis sulit serta jarak distribusi yang panjang. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pangkalan #spbu #kalimantan barat #lpg #bbm