Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Produksi CPO Nasional Dinilai Cukup Dukung Program B50, Mandatori Biodiesel 50 Persen Siap Dijalankan Juli

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 13 April 2026 | 22:21 WIB
Ilustrasi B50
Ilustrasi B50

 

PONTIANAK POST - Industri kelapa sawit memastikan pasokan minyak sawit mentah (CPO) nasional masih mencukupi untuk menopang program mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang direncanakan mulai diterapkan pada Juli 2026.

Di tengah gejolak harga energi global, kebijakan B50 dinilai tetap aman karena produksi CPO Indonesia masih berada jauh di atas kebutuhan domestik.

Produksi Sawit Lampaui Kebutuhan Domestik

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menyebut produksi CPO nasional masih sangat memadai untuk mendukung program tersebut.

Ia menjelaskan kebutuhan bahan baku untuk program B50 diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton.

Sementara itu, kebutuhan CPO untuk konsumsi pangan domestik diperkirakan sekitar 10 juta ton.

Dengan demikian, total kebutuhan CPO dalam negeri berada di kisaran 26 juta ton per tahun.

“Produksi CPO tahun 2025 sebesar 51,6 juta ton. Artinya, secara produksi masih mencukupi untuk mendukung B50,” ujarnya, Senin (13/4).

Ekspor Berpotensi Tertekan

Meski pasokan dalam negeri dinilai cukup, Eddy mengingatkan bahwa lonjakan permintaan ekspor dapat memengaruhi ketersediaan pasokan karena kebutuhan bahan baku biodiesel meningkat.

Menurutnya, kebutuhan bahan baku untuk program B50 meningkat sekitar 3 juta ton dibanding program sebelumnya.

“Jika ekspor melonjak, pemenuhannya mungkin akan terkendala karena kebutuhan bahan untuk B50 meningkat sekitar 3 juta ton,” jelasnya.

Petani Sawit Berpeluang Diuntungkan

Di sisi lain, kebijakan mandatori biodiesel ini dinilai tidak akan merugikan petani kelapa sawit.

Serapan CPO di pasar domestik justru berpotensi menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

Eddy bahkan menilai jika ekspor berkurang, harga minyak sawit di pasar global berpeluang terdorong naik.

Uji Coba B50 Hampir Rampung

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan uji coba program B50 telah menunjukkan progres signifikan.

Saat ini tahap pengujian telah mencapai 60–70 persen dan dilakukan pada berbagai sektor, mulai dari alat berat hingga transportasi.

“Insya Allah Mei–Juni selesai, dan 1 Juli bisa kita implementasikan,” kata Bahlil. (bry/dio)


Infografis Program Biodiesel B50

Komponen Data
Produksi CPO Nasional 2025 51,6 juta ton
Kebutuhan Bahan Baku B50 16 juta ton
Konsumsi Pangan Domestik 10 juta ton
Total Kebutuhan Dalam Negeri 26 juta ton
Tambahan Kebutuhan B50 ±3 juta ton
Target Implementasi 1 Juli 2026
Progres Uji Coba 60–70 persen

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#b50 biodiesel indonesia #produksi cpo indonesia #gapki cpo #program biodiesel b50 #Sawit Indonesia