
PONTIANAK POST - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali melemah pada perdagangan Kamis (4/6).
Setelah sempat bertahan di level tinggi dalam beberapa pekan terakhir, harga emas turun Rp15.000 per gram menjadi Rp2,759 juta.
Di saat yang sama, dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah penguatan dolar menjadi penyebab turunnya harga emas?
Baca Juga: Perak atau Emas, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi? Simak Penjelasan dan Risikonya
Emas Antam Kembali Terkoreksi
Berdasarkan data Logam Mulia Antam, harga emas 1 gram turun dari Rp2,774 juta menjadi Rp2,759 juta per gram.
Harga buyback atau pembelian kembali juga ikut melemah menjadi Rp2,571 juta per gram. Penurunan ini melanjutkan tren koreksi yang sudah terlihat sejak awal Juni.
Meski turun, harga emas saat ini masih berada di level yang sangat tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Mulai Investasi Emas Hari Ini, Berikut Keuntungan Jangka Panjang yang Bisa Kamu Nikmati
Sepanjang 2026, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak diburu masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Mengapa Dolar Menguat Bisa Menekan Harga Emas?
Penurunan harga emas tidak hanya dipengaruhi kondisi pasar domestik, tetapi juga pergerakan ekonomi global. Salah satu faktor yang paling sering memengaruhi harga emas adalah penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Merujuk pada laporan Antara (14/3), Analis Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Tiffani Safinia, menjelaskan bahwa harga emas global sangat dipengaruhi dinamika ekonomi dan keuangan dunia, termasuk pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik.
Menurutnya, emas masih menjadi aset lindung nilai utama di tengah volatilitas pasar global.
Karena emas diperdagangkan menggunakan dolar AS, penguatan mata uang tersebut biasanya membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Kondisi ini berpotensi mengurangi permintaan dan menekan harga emas dalam jangka pendek. Fenomena tersebut merupakan salah satu pola yang telah lama terjadi di pasar komoditas global.
Baca Juga: Ingin Investasi Emas? Jangan Mulai Sebelum Tahu Tips Penting Ini agar Tidak Salah Langkah
Pengaruh Suku Bunga AS terhadap Harga Emas
Selain dolar AS, investor juga mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
Menurut analisis tersebut di atas, penurunan imbal hasil riil (real yield) obligasi AS biasanya menjadi katalis positif bagi emas.
Sebaliknya, ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi meningkat, investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan keuntungan tetap sehingga daya tarik emas dapat berkurang.
Baca Juga: Gen Z Dominasi Investasi Tabungan Emas
Rincian Harga Emas Hari Ini
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam terbaru:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.429.500.
- Harga emas 1 gram: Rp2.759.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.458.000.
- Harga emas 3 gram: Rp8.162.000.
- Harga emas 5 gram: Rp13.570.000.
- Harga emas 10 gram: Rp27.085.000.
- Harga emas 25 gram: Rp67.587.000.
- Harga emas 50 gram: Rp135.095.000.
- Harga emas 100 gram: Rp270.112.000.
- Harga emas 250 gram: Rp675.015.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.349.820.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.699.600.000.