Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Strategi Hemat dan Tambahan Penghasilan Saat Rupiah Melemah

Chairunnisya • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:30 WIB
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)

PONTIANAK POST - Ketika nilai tukar rupiah melemah, keluarga tidak hanya perlu mengendalikan pengeluaran, tetapi juga mencari cara menjaga arus kas tetap sehat.

Dilansir dari Jawapos, Financial Planner Rista Zwestika membagikan sejumlah strategi yang dinilai realistis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Terapkan Strategi Hemat yang Realistis

Untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali, Rista menyarankan penerapan no spend day beberapa hari dalam seminggu agar belanja impulsif dapat ditekan.

Baca Juga: Cara Aman Mengelola Cicilan Ketika Rupiah Terus Melemah

Dia juga menyarankan memperbanyak meal prep di rumah, membatasi belanja online bulanan, menggunakan transportasi yang lebih efisien, serta mengevaluasi langganan digital yang tidak terlalu dibutuhkan.

Menurutnya, kebersamaan keluarga tidak selalu harus diwujudkan melalui aktivitas yang menguras pengeluaran.

’’Intinya bukan hidup menderita, tapi mengatur prioritas agar keuangan tetap sehat tanpa kehilangan kebahagiaan,’’ sambungnya.

Baca Juga: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Menguras Keuangan Keluarga

Tunda Pembelian karena FOMO

Saat rupiah melemah, masyarakat juga diminta lebih selektif dalam melakukan pembelian besar seperti gadget, kendaraan, atau liburan luar negeri.

Keputusan membeli tetap bisa dilakukan jika memang mendukung produktivitas atau kebutuhan utama. Namun pembelian impulsif karena FOMO sebaiknya ditunda lebih dulu.

Cari Tambahan Penghasilan

Selain berhemat, masyarakat juga dapat membuka peluang pemasukan tambahan. Misalnya dari jualan online, freelance, affiliate, kelas daring, hingga jasa sesuai keterampilan.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Saatnya Keluarga Melakukan Financial Check-Up

’’Tambahan Rp1–2 juta per bulan saja bisa sangat membantu cashflow keluarga. Yang penting, keputusan finansial dibuat dengan tenang dan terencana, bukan karena panik atau ikut-ikutan,’’ lanjutnya. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips keuangan #rupiah