Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ikan Belida dan Baung Kian Langka di Habitat Alami, DPR Dorong Program Restocking Demi Kelestarian

Uray Ronald • Senin, 13 Juli 2026 | 06:32 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Adrianus Asia Sidot. (DPR)
Anggota Komisi IV DPR RI, Adrianus Asia Sidot. (DPR)

 

PONTIANAK POST - Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat program restocking ikan endemik Kalimantan guna menjaga kelestarian sumber daya perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Usulan itu disampaikan dalam Focus Group Discussion Komisi IV DPR RI bersama KKP mengenai Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) KKP untuk Swasembada Pangan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Adrianus, populasi ikan endemik di Danau Sentarum dan Sungai Kapuas terus mengalami penurunan akibat tingginya eksploitasi serta menurunnya kualitas air.

Kondisi tersebut dinilai mengancam keberlanjutan sumber protein yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat di sekitar kawasan perairan tersebut.

Baca Juga: Pertamina Selamatkan Ikan Belida dan Ekonomi Warga Sungai Musi

Populasi Ikan Endemik Kalimantan Terus Menurun

Adrianus mengatakan sejumlah spesies ikan lokal semakin sulit ditemukan di habitat alaminya. Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.

"Ikan-ikan endemik ini, seperti belida yang sudah hampir punah, kemudian juga ikan sepat, ikan baung, dan ikan-ikan lainnya semakin berkurang. Jadi, ini perlu perhatian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, sampai kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas perikanannya," ujarnya kepada Parlementaria.

Ia menjelaskan, meningkatnya permintaan pasar terhadap ikan endemik tidak lagi sebanding dengan ketersediaannya di alam. Situasi itu dinilai dapat mempercepat penurunan populasi apabila tidak diimbangi upaya pelestarian.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Produsen Ikan Terbesar Dunia, Swasembada Perikanan dan Garam Digenjot hingga Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya juga mengakui bahwa ikan belida mengalami penurunan populasi akibat tingginya eksploitasi dan terganggunya habitat alami, sehingga telah ditetapkan sebagai salah satu jenis ikan yang dilindungi.

KKP juga pernah melakukan pelepasliaran ikan belida hasil sitaan di Sungai Kapuas sebagai bagian dari upaya konservasi dan pemulihan populasi.

Pusat Pembibitan Dinilai Penting untuk Program Restocking

Adrianus mengapresiasi pengembangan pusat-pusat pembibitan ikan lokal yang mulai dilakukan. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi fondasi utama dalam mendukung program restocking di sungai maupun danau.

Ia menilai penguatan pembibitan menjadi langkah strategis agar populasi ikan endemik dapat dipulihkan secara bertahap. Dengan demikian, keberadaan ikan lokal tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.

Pengembangan Masih Menghadapi Berbagai Kendala

Meski demikian, Adrianus menyebut pengembangan ikan endemik masih menghadapi sejumlah tantangan.

Kendala tersebut meliputi belum tersedianya pusat penelitian, keterbatasan teknologi pembibitan, minimnya sumber daya manusia yang kompeten, hingga terbatasnya dukungan pendanaan dari pemerintah daerah.

"Saya sebagai Anggota Komisi IV dari daerah pemilihan Kalimantan Barat II mengharapkan ada perhatian khusus dari Kementerian untuk pengembangan ikan-ikan lokal ini dengan bantuan teknologi, terutama, dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam hal pembibitan atau pengembangan ikan-ikan lokal ini," tegasnya.

Baca Juga: Festival Danau Sentarum Kembali Digelar Tahun Ini, Pemkab Kapuas Hulu Targetkan Masuk Karisma Event Nusantara

Restocking Diharapkan Menjaga Pangan dan Penghidupan Masyarakat

Komisi IV DPR RI berharap penguatan program restocking, dukungan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat menjaga kelestarian ikan endemik Kalimantan.

Upaya tersebut juga diharapkan mampu mempertahankan sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada Danau Sentarum dan Sungai Kapuas.

Selain menjaga keseimbangan ekosistem perairan, keberhasilan pelestarian ikan lokal dinilai akan memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : DPR RI
restocking ikan endemik Kalimantan ikan Danau Sentarum belida Adrianus Asia Sidot sungai kapuas