PONTIANAK POST – Sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan kembali beroperasi normal setelah proses perbaikan sejumlah unit pembangkit yang mengalami gangguan selesai dilakukan. Pemulihan tersebut mengakhiri kebijakan pengaturan beban yang sebelumnya diterapkan secara terbatas untuk menjaga kestabilan pasokan listrik, termasuk di Kalimantan Barat.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) memastikan kemampuan pasok daya terus membaik, sementara PLN UID Kalimantan Barat menyatakan pemadaman akibat manajemen beban sudah dihentikan setelah kapasitas pembangkit kembali meningkat.
Perbaikan Pembangkit Pulihkan Pasokan Listrik
General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono mengatakan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan telah memasuki tahap normal setelah perbaikan unit pembangkit yang sebelumnya terganggu berhasil diselesaikan.
“Alhamdulillah dengan membaiknya kondisi sistem, pengaturan beban yang sebelumnya diberlakukan secara terbatas telah dihentikan dan sistem kelistrikan kembali beroperasi secara normal,” ujar Iwan.
Menurutnya, pemulihan sistem menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan dunia usaha kembali didukung pasokan listrik yang lebih stabil.
Kalbar Hentikan Manajemen Beban Setelah PLTU Pulih
Di Kalimantan Barat, PLN sebelumnya menerapkan manajemen beban secara terbatas menyusul gangguan pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
General Manager PLN UID Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan menjelaskan, perbaikan kebocoran boiler pada unit PLTU telah selesai sehingga kemampuan pembangkit kembali meningkat.
“Dengan membaiknya kemampuan pasok daya, maka manajemen beban secara terbatas dan terukur yang berdampak pada pemadaman aliran listrik pelanggan sudah tidak diberlakukan lagi,” katanya.
Kebijakan manajemen beban sebelumnya dilakukan sebagai langkah menjaga keseimbangan antara kemampuan pasokan pembangkit dan kebutuhan listrik pelanggan selama proses perbaikan berlangsung.
PLN Pantau Pembangkit untuk Cegah Gangguan Berulang
Meski sistem telah kembali normal, PLN memastikan pemantauan terhadap seluruh infrastruktur kelistrikan tetap dilakukan secara intensif.
Pengawasan mencakup kondisi pembangkit, jaringan transmisi, hingga sistem distribusi untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah Kalimantan.
Iwan mengatakan optimalisasi operasional pembangkit terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat Sistem Interkoneksi Kalimantan.
“Kami melakukan pemantauan dan optimalisasi unit pembangkit agar kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Pengalaman Pemadaman Jadi Evaluasi Keandalan Sistem
Pemulihan sistem kelistrikan menjadi perhatian masyarakat setelah gangguan pembangkit sebelumnya menyebabkan pengaturan beban di sejumlah wilayah Kalimantan.
Bagi pelanggan, keandalan listrik tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan rumah tangga, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga operasional dunia usaha.
Karena itu, peningkatan kesiapan pembangkit dan jaringan menjadi faktor penting agar gangguan serupa dapat diminimalkan.
PLN Buka Kanal Pengaduan Pelanggan
PLN mengimbau masyarakat yang masih mengalami gangguan kelistrikan di wilayah masing-masing agar segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
Setiap laporan akan ditindaklanjuti petugas untuk memastikan kondisi jaringan di lapangan.
PLN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan media yang mendukung proses pemulihan sistem kelistrikan. (ant)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro